Oleh: addhiet | Agustus 23, 2007

ALLAH itu BUKAN TUHAN

Oleh : Xyzman Irsyad Adam



Seorang rekan teis membenarkan sebuah pernyataan di bawah ini: Jika tidak punya 2 kaki, 2 tangan, kepala dan otak maka bukan manusiaWell, itu tentang manusia. Walaupun pernyataan tersebut masih terbuka untuk dipertanyakan, bagaimana dengan orang yang tidak mempunyai dua kaki dan dua tangan, apakah ia bukan manusia? Lalu bagaimana dengan makhluk yang juga punya 2 tangan, 2 kaki, kepala dan otak, maka apakah mereka otomatis juga manusia? Tanpa memperpanjang debat lebih lanjut tentang manusia ini, mari kita analogikan pernyataan tersebut dengan hal lain, yaitu sesuatu yang disembah-sembah para teis dan menurut mereka merupakan suatu zat yang maha mulia, yang selalu dikatakan sebagai pemberi segala keberuntungan, tapi tidak pernah dipersalahkan atas adanya bencana. Yaitu Tuhan. Katanya, Tuhan itu Maha Kuasa, Maha Tahu, dan Maha Mengerti. Jika setan bisa melanggar perintah tuhan, apanya yang maha kuasa? Jika Tuhan ingin menguji iman Nabi Ibrahim dengan menyuruh ia menyembelih putranya Ismail, apanya yang maha tahu? Jika ia tahu buat apa menguji? Ia juga tidak tahu bahwa gunung dan laut tidak bisa melaksanakan perintah shalat, sampai gunung dan laut mengatakan sendiri padanya, bahwa mereka tidak bisa melaksanakan perintah semacam itu. Itu artinya Ia juga tidak maha mengerti. Jadi, Tuhan yang dikoarkan itu jelas tidaklah maha kuasa, tidak maha tahu, dan tidak maha mengerti. Tuhan yang dimaksud dalam Islam adalah Allah. Berarti: ALLAH itu BUKAN tuhan. Jelas sekali, bukan? Ini bahkan dengan mengikuti logika dan pernyataan para teis itu sendiri.


Tanggapan

  1. Saya paham point anda bang. Ini memang topik sulit yang bahkan jadi perdebatan internal dalam masing-masing agama. Tetapi apa hubungannya antara MAhaKuasa, Maha Tahu,dlll – dengan
    Allah-mu bukan tuhan.

    Yang anda maksud “tuhan” itu apa sih bang ?

  2. Thank’s atas komentar anda bang Eko. jadi begini jujur itu sebenarnya bukan tulisan saya, melainkan milik teman saya (Bang Xysman) yang saya masukkan dalam blog saya. Jika ingin mendapatkan jawaban lebih jelas dari teman saya, silahkan bergabung di http://groups.yahoo.com/group/ateis/

    Tapi hal ini juga tidak menutup kemungkinan bagi saya untuk bersikap sama dengan teman saya tersebut. Dimana eksistensi Tuhan kembali di pertanyakan. Seperti dilema klasik yang pernah diajukan Epikuros (341-270SM): “…Atau Tuhan mau menghapuskan keburukan, tetapi tidak mampu; atau sebenarnya ia mampu, tetapi tidak mau; atau ia tidak mampu dan tidak mau. Jikalau ia mau, tetapi tidak mampu, ia lemah…. Jikalau ia mampu, tetapi tidak mau, dia jahat…. Tetapi, jikalau Tuhan mampu dan mau menghapuskan kejahatan, … lantas bagaimana kejahatan ada di dunia?” (dalam Lee Strobel, The Case for Faith, Zondervan, 2000:25. bdk. Teodice. 2006:230)

    Nah, disini mungkin berarti begitu pula dengan teman saya bang Xyzman, dimana ia menolak eksistensi Tuhan yang Maha tersebut, dan mengatakan bahwa Allah bukanlah Tuhan, seperti pernyataannya tersebut diatas.

    Dan apa hubungannya antara Maha Kuasa, Maha Tahu, dll tersebut dengan Allah bukan Tuhan, jelas bahwa “ALLAH DARI UMAT AGAMA IBRAHIMIK (YAHUDI, KRISTEN, ISLAM), DI DEFINISIKAN SEBAGAI ‘SUATU’ YANG SERBA MAHA,; MAHA TAHU, MAHA BAIK, MAHA KUASA, DLL”

    Maka, bila di hubungkan dengan peristiwa, atau fenomena di atas (kutipan beliau), maka jelas bahwa antara konsepsi dengan faktual-nya berbeda. Maka Allah bukanlah Tuhan.

    Sebagai catatan hal ini tentunya berbeda dengan konsepsi ketuhanan seperti yang di tawarkan budha, dimana Tuhan adalah sesuatu yang diluar jangkauan manusia, ia tidak dapat di tafsir, di definisikan, di proyeksikan, bahkan tidak ada penciptaan atasnya.

    Demikian mungkin yang bisa saya jelaskan, dan bila kurang mengena, maaf saja, karena saya sendiri masih dalam proses belajar juga.

    Thank’s

    Salam Ateis

    Adit

  3. Kalau setahu saya ya bang, yang dimaksud tuhan itu adalah sesuatu yang disembah manusia. Umat Islam berkata : Tiada Tuhan selain Allah, artinya mereka berkomitmen bahwa hanya Allah-lah yang menjadi satu-satunya sesembahan mereka.

    Kalau anda berkata Allah bukan tuhan, ya terserah anda bang, wong anda tidak percaya sama Allah. Andai anda mempertuhankan yang lain juga bisa bang misalnya mempertuhankan Atheisme, humanisme, dll.

    Saya rasa konsepnya seperti itu.

    Thanx telah nyasar di blogku.
    Kambing gulingnya enak…..Ha Ha hA

  4. Anda salah… Ateisme sudah jelas tiak ada tuhan. oleh karenanya ateisme menolak komunitas, beserta isme-ismenya. karena dilihat dari fakta sejarah agama itu muncul karena terbentuknya komunitas, yang kemudian memunculkan tuhan, … sekali lagi cek di sejarah agama emile durcheim, dan asal-usul monoteisme freud. Oke…..

    Oh, ya… bagi-bagi dong kambing gulingnya…hehehe…..

    Salam ateis

  5. Sailahkan jawab pertanyaan di bawah ini???

    1. Mengapa harus ALLAH ????? Bukan Roberto, Ali, Tukiyem, Sarbini, atau yang lainnya ?????

    2. Siapa yang memberi namanya ??????? Kalau ia sendiri mengapa ia memilih nama tersebut ????? Kenapa dari bahasa arab/Ibrani ???? Bukan dari bahasa yang lain ?????

    • 1). allah berarti maha .Maha dari segala maha , raja dari segala raja sedangkan nama-nama yg anda sebutkan tadi tidak mimiliki magna apapun 2).dia yg memberi namanya sendiri.itu nama yg paling pantas untuknya karna ia maha tinggi maha kuat maha besar menggunakan bahasa arab karna di arab banyak di turunkan para nabi,nabi banyak di turunkan di arab itu penyebab ia tidak manggunakan bahasa lain selain dari bahasa arab

  6. @karenanya ateisme menolak komunitas, beserta isme-ismenya.

    yang bener aja bang. yang anda pake itu kan istilah isme-isme . Anda nyomot sama nyomot sini lalu anda bilang menolak komunitas beserta isme-ismenya ?

    Yang anda maksud komunitas itu apa ? Apa anda nggak punya temen sesama atheis. Lha yang diforum-forum itu apa belum pantes kalo disebut komunitas.

    @Mengapa harus ALLAH ????? Bukan Roberto, Ali, Tukiyem, Sarbini, atau yang lainnya ?????
    lha mengapa juga namanya “atheis” bukan Roberto. Ini pertanyaan paling aneh. Kalo misalnya Allah itu dipanggil Roberto maka pasti akan ada lagi orang bertanya mengapa Roberto mengapa bukan Allah, bukan Sarbini.
    Lha mengapa juga nama saya eko, mengapa bukan kambing saja. Yah saya jelas nggak bisa jawab kalo ditanya pertanyaan kayak gitu. Ya, nama itu kan suka -suka yang ngasih nama Bang. Nama blogku tak kasih nama lovepassword juga suka-suka aku kan.

    Memang sangat mungkin ada alasannya – tetapi bukan berarti setiap hal bisa ada alasannya.

    2. Siapa yang memberi namanya ??????? Kalau ia sendiri mengapa ia memilih nama tersebut ????? Kenapa dari bahasa arab/Ibrani ???? Bukan dari bahasa yang lain ?????
    Lha kalo misalnya pake Bahasa indonesia juga nanti pasti akan ada protes lagi. mengapa harus Indonesia. mengapa bukan Jawa saja

    Kalo dikejar terus ya nggak ketemu lah bang.

  7. Ateisme bila di lihat dari term nya memang sebuah isme, tapi tentunya anda harus lebih banyak mengetahui apa itu ateis????
    Beberapa dari kami menolak istilah ateis dan lebih memilih kata atau term para pemikir bebas…..

    Jelas bahwa ateisme adalah bukan komunitas melainkan pandangan pribadi mengenai agama, ketuhanan, dll…
    Bila ada yang membutuhkan komunitas itu hanya akan melahirkan kembali apa yang namanya agama, atau dapat dikatakan melahirkan agama baru….

    Oleh karenanyalah saya menolak…

    SEKALI LAGI BACA BUKU EMILE DURCHEIM ???OKE???

    Yang jelas kenapa Allah harena pembuat Tuhan (Allah) itu Muhammad. orang arab….Gitu…. Kalau yang buat Tuhan itu Paijo dari jawa pasti nama Tuhannya “Parmen”

    Oke????

    Salam Ateis???

  8. @Bila ada yang membutuhkan komunitas itu hanya akan melahirkan kembali apa yang namanya agama, atau dapat dikatakan melahirkan agama baru….

    ya, hubungannya komunitas sama agama itu apa? Kan nggak mesti komunitas itu lalu melahirkan semacam agama baru seperti yang anda ceritakan. Kalo anda menolak komunitas tentu hak anda. tetapi kan nggak mesti kalo semua atheis itu menolak komunitas.

    Saya nggak tahu alasan anda menyuruh saya membaca buku Emile durcheim. Tetapi kalo toh alasan anda terkait dengan Emile Durcheim kan nggak mesti kita harus beriman sama orang yang namanya Emile Durcheim itu. Maksud saya : Kalo kenyataannya komunitas atheis itu ada. ya katakan saja ada. Kalau atheisme itu menurut anda isme, katakan saja itu isme. Tidak perlu berlindung di balik Kitab Sucinya Emile Durcheim atau siapapun. Lalu apa bedanya anda dengan kaum agamawan yang anda tolak Kitab Sucinya.

    Bahwa anda sebagai seorang atheis menolak komunitas. Tidak menjadi bukti bahwa semua atheis itu sama seperti anda. Bahkan meskipun yang ngomong ini Emile Durcheim atau Nabi anda siapapun.

    Sekali lagi saya males perang data. Kalau mau berdialog yang logis bolehlah. Tetapi dengan level anda sekarang saya rasa nggak perlulah kutip sana kutip sini hanya untuk mendukung perkataan anda. Apalagi anda sama sekali nggak menjelaskan apa relevansi kutipan itu dengan topik kita kali ini.

    SALAM DAMAI, Bang !

  9. Yang saya maksudkan dari perkataan saya “Jelas bahwa ateisme adalah bukan komunitas melainkan pandangan pribadi mengenai agama, ketuhanan, dll…
    Bila ada yang membutuhkan komunitas itu hanya akan melahirkan kembali apa yang namanya agama, atau dapat dikatakan melahirkan agama baru….

    Oleh karenanyalah saya menolak…”

    ADALAH : Saya menolak komunitas ateisme yang pada akhirnya akan melahirkan suatu isme dan agama.

    Namun bukan berarti saya menutup atau menolak komunitas….

    Penolakan saya pada suatu komunitas yang saya maksudkan adalah komunitas yang akan melahirkan aturan-aturan, karena kelahiran suatu agama dimulai dari suatu aturan-aturan tersebut.

    Komunitas yang saya inginkan adalah komunitas teman, sahabat, keluarga yang terbebas dari suatu aturan (aturan yang harus di patuhi dan baku)

    Kenapa suatu komunitas bisa menjadi suatu agama juga karena adanya fanatisme terhadap komunitas tersebut.

    Adanya ketua dalam komunitas yang akhirnya, ketua tersebut diagungkan, bahkan sampai apapun yang dikatakan harus dipatuhi…dalam hal ini agama, bisa terbentuk.

    MAAF saya tidak terlalu fanatis terhadap emile durcheim… DAN ya KOMUNITAS ateis memang ada…. TAPI saya “MENOLAKNYA” OKe!!!!

    SAYA tidak mengajak anda PERANG DATA…..

    Untuk Anda Agama Anda dan Bagi saya Keateisan saya….

    Bagi saya Tuhan tidak ada, dan Bagi anda Tuhan ada……

    Itu adalah keputusan dari pemikiran, pilihan, pribadi saya….

    Entah bagai mana menurut Anda????

  10. Good….Good…..Nice Answer….-

    Elo Elo gua gua …..-

    Mari kita yakini saja keyakinan kita masing-masing.

    Tetapi dialog, ya oke-oke saja khan ???

  11. Dari pernyataan di atas saya menanggapi
    1. tentang Allah Maha Kuasa, setan tidak patuh perintah Allah saat di suruh sujud pada Nabi Adam, maka dari itu setan dilaknat Allah masuk neraka, jadi Allah Maha Kuasa
    2. tentang Nabi Ibrahim, sekarng saya tanya untuk apa guru Sekolah anda memberi ujian, supaya muridnya tahu kemampuan sampai dimana,
    Allah memang sudah tahu,tapi Nabi Ibrahim yang tidak tahu keimanannya sampai mana.
    3. tentang gunung dan laut tidak sholat, memang tidak sholat, tapi gunung,laut,awan,tumbuhan dan lainnya ini berdzikir ada yang tampak dan ada yang tidak, sekarang coba buka ‘google’ terus pilih menu ‘gambar’ kemudian ketik ‘Allah’ pada kotak pencarian dan Enter, selanjutnya lihat sendiri
    4. Kenapa Menggunakan Nama Allah karena Allah Maha Mengetahui, tidak ada yang menggunakan nama “Allah”. klo namanya Roberto bingung nanti umatnya, Roberto mana…. roberto carlos ato roberto bagio…..
    5. Kenapa Bahasa Arab, karena Allah Maha Mengetahui bahasa yang dibaca secara biasa dan terdengar indah bunyinya adalah bahasa Arab, sekarang coba bandingkan baca Al Quran dengan Bahasa Arab dan dengan Indonesia, Inggris,China,Jepang… biar anda yang menilai… Jangan Lupa Bahasa Arab ada panjang pendeknya diperhatikan yaaaaaa

  12. Ya.. ya.. Bocah bener sih loe??
    hehe…

    terserah loe lah bocah ??

    Yang jelas kenapa Allah ya karena nama itu adanya di Arab, gitu.. Kalau di jawa ya jadi paijo kali yah??

    tapi berhubung nama Allah sudah jadi nama Tuhan maka tidak di kenalan ama manusia (muslim)..

    Termasuk Paijo, kalau jadi nama Tuhan, mana ada yang berani pake??

    Berhubung bukan ya di pake deh??

    Thamk’s atas komennya

  13. Saya setuju dengan mas firman. Bagaiamana mungkin nama Allah yang ada ribuan trilyunan tahun yang lalau (kata Tukul) bisa terjaga diseluruh dunia tanpa ada manusia yang memberi nama anaknya Allah (meskipun mereka tidak mengenal Allah).

    Subhanallah

  14. Ya.. ya… setuju boleh-boleh aja kok!!

    Thank’s atas komennya!

    Salam

  15. ALLAH itu BUKAN TUHAN

    Agustus 23, 2007 oleh wong2ateis

    apalagi jesus…..terlalu jelas
    hiihhihihihihi

  16. ah lo juga bakal mati wahai kaum atheis,tar udah mati baru lo tau tuhan ada apa gak..jgn bawel..

  17. Sama aja lo atheis munafik,bilang aja lo mo menuhankan diri lo sendiri..lo2 atheis sm jg ky fir’aun..tak mengakui adanya tuhan..ini udah ada sejarahnya..buktinya piramid tuh..ah payah lo atheis..begonya melebih..diri2 lo sendiri..

  18. Lo khilaf..gw tau..mending lo skrg sadar..dari pada lo menyesal nanti..tuhan yg bener cm 1 yaitu tuhan alloh s.w.t,yesus bukan tuhan..yesus lahir tanpa bapak,lo pikir aje,emang nabi adam punya bapak,manusia itu ada asalnya,ky lo,lo aja hadir dari rahim ibu lo..udah gede,udah pinter,udah bisa nyari duit sendiri jadi blagu..sok2 malah jadi atheis lagi..insaf lo..kembali lah pada alloh s.w.t,sama seperti lo akan kembali(bakal mati) kepada alloh s.w.t,dah lo insaf stelah lo baca tulisan gw ini..yah..?!

  19. Bagi lo2 kaum nasrani,kristen,inget..insaf lo..yesus bukan tuhan..yesus lahir tanpa campur tangan manusia,lo mengakui jg nabi adam kan..,nabi adam jg ada karna alloh..trus dimana akal lo sbg manusia..sama aja lo atheis klo gitu..agama lo cm main2..yesus itu cuma utusan..nabi jg..seperti nabi adam.. inget itu yah..klo lo2 emang bener2 manusia..pasti ada akalnya..ada pikiran sehatnya jgn ky seperti si atheis tuh..

  20. -Sbt, 27 sept’08 01.59 wib-
    Wah..skrg gw lg nyetel musnahnya fir’aun,kaum saba, wah..lo bener2 lo..kaum atheis gak pernah mau belajar dr bukti2 kisah2 nyata nabi2 terdahulu..wah..gile..bener2 brani banget lo..hai kaum atheis..

  21. qt bicara sains…
    qt bisa bahas big bang

    ledakan yang mengalami terciptanya alam semesta yg kini terbukti dan ditelaah secara empirik oleh kaum2 fundamental orientalis AMERIKA

    di saat yg bersamaan mereka menemukan ALLAH

    Mereka menemukan KEBENARAN2 AL QURAN
    ledakan big bang serupa mawar merah merekah di galaxy
    tingkatan2 langit

    silahkan anda

    YG terjadi adalah anda MENUTUP mata,telinga, dan memBUNGKAM HATI anda..

    tp secara manusiawi saya hormati KEYAKINAN anda
    karena dalam ISLAM tak ad paksaan

    dan semoga terbuka akal pikiran kita
    TAK ADA YANG BISA DITOLAK DARI EKSISTENSI ALLAH

  22. DARWIN tidak pernah bisa menjelaskan KEMANA MATA RANTAI YG TERPUTUS DARI MANUSIA PURBA KE MANUSIA MODERN seperti dalam TEORI EVOLUSI miliknya itu.
    Harusnya dalam batasan waktu yg sejalan dgn teori evolusi darwin,,manusia modern sudah berevolusi…

    apa Anda maw ya berevolusi jadi MONYET lagi..
    hahahahahaha

  23. peace

  24. @enje

    Thank’s atas kedatangan anda ke blog saya, dan thank’s juga atas komentar anda..

  25. Bro, kl menurut anda mungkin ngk para nabi2,allah atau Tuhan itu adalah makhluk luar angkasa (Alien,ET,dll) yg mampunyai kemampuan dan ilmu pengetahuan diatas manusia pada jaman waktu itu. mereka datang ke bumi mengajarkan manusia tata cara berkehidupan dengan baik, dll. dan setalah itu dengan segala pengetahuan dan kemampuan yg dimiliki mereka, mereka dianggap nabi,allah atau tuhan oleh manusia pada jaman itu.

    Maaf nich…pertanyaan gue, agak sedikit terinspirasi film2, hahahahahahahaha….
    Thanks bro…..

  26. Oh yach ini Buat Enje:

    Anda memberi komentar pada blog bung athies ini boleh2 aja atau syah2 saja.
    Maaf yach… tapi kalo menurut saya sampai anda menjelek2 khan tuhan atau nabi agama org lain itu udh bener2 keterlaluan. apa dlm ajaran agama anda mengajarkan hal seperti itu, kl ada berprilaku seperti itu apa beda nya anda dengan fir’aun atau kaum saba yg anda sebutkan. setiap org khan mempunyai keyakinan masing2,termasuk Bung Atheis ini. Jadi mendingan anda insaf dulu deh sebelum nyuruh org lain insaf.

    Note: saya 100% bukan pemeluk agama nasrani.

    Salam Damai untuk seluruh Manusia.

  27. aku lebih setuju dengan enje, soal masalah dia menjelek jelekkan itu dia mungkin khilaf, jadi dimaafkan aja. Tapi meskipun begitu banyak kok orang yang menjelek jelekkan islam, lebih banyak malah… kenapa mereka juga gak dikritik ? kenapa cuma yang mengkritik kristen aja yang disalahin?

  28. @Eagle Eye
    salam juga bro..
    hehhe…
    thank’s udah berkunjung ke blogg gue???

    Gue juga 100% bukan nasrani, islam, hindu, budha, konghucu, yahudi, dll….

  29. @kura

    oke.. thank’s

  30. kakakaka…

  31. Dari mana dtgnya kata ALLAH?
    Salah satu yg merupakan kaidah bahasa adalah bahwa sesuatu diketahui artinya terlebih dahulu baru kemudian ditetapkan ucapan atau namanya dgn lafadz tertentu. Apabila tdk terdpt makna yg dikandungnya,maka lafadz atau kata2nya pun tdk akan diperoleh. (ampe sini ngerti ga?)
    Semua penemuan dan ciptaan baru yg seblmnya tdk dikenal adalah sesudah ditemukan dan dikenal. Org tdk akan memahami suatu pembicaraan,kecuali bila arti dari yg dibicarakan itu berada dlm akal pikirannya.
    ALLAH SWT gaib dari kita dan tdk bisa dilihat oleh siapapun. Akan tetapi kata2 ALLAH terdapat pd seluruh bahasa dunia, dan dikenali oleh setiap akal manusia (termasuk bro2 jg kan?).
    Bagaimana hal itu bisa terjadi? Tdk lain krn adanya fitrah keimanan yg bersemayam pd benak hati manusia. (tp kuk masih banyak yg mengingkarinya?wallahualam)
    Dalam QS. Al-A’raaf 172, menunjukkan bahwa ALLAH secara tegas telah memberi kesaksian tentang diri-NYA bagi kita, oleh krn itu ketika disebut kata2 ALLAH,kita pun langsung memahaminya sebagai Yang Maha Kuasa,karena sewkt di alam gaib dulu sudah pernah memberi kesaksian tentang-NYA.
    Kenapa kata ALLAH hanya khusus buat-NYA? Dlm QS. Maryam 65, ALLAH memberi tahukan kita bahwa lafadz ‘aljalalah’ atau ALLAH tdk disebutkan utk siapapun kecuali utk-NYA Yang Maha Mulia. Di alam ini terdpt banyak sekali kaum manusia,jin,malaikat dll, akan tetapi adakah org atau makhluk lain yg menamakan dirinya ALLAH?
    Org2 yg mengklaim dirinya sbg tuhan seperti Fir’aun dll yg dipuja serta disembah kaumnya pun tdk berani menamakan dirinya Allah.
    (utk lebih jelasnya coba baca buku ‘Bukti Bukti Adanya ALLAH’ dari Prof.DR.M.Mutawalli Asy-Sya’rawi) thanks

  32. Hehehe… ente membuktika apa yang ditulis Muhammad…. hehehehe…. lucu banget Mas…

    Mih saya juga ada al-kitab (surat Allah, ayat 2)

    Dan ketika Aku (Allah) berkata kepada Muhammad ‘ Hai Muhammad… Katakanlah Bahwa Ia (Ridho) dan keturunannya akan mati di api neraka sepertihalnya Fir’aun. Dan katakan pula kepadanya Bahwa tiada tempat yang lebih mulia dari pada Ia berada di neraka…”

    Hehehehe……

  33. Hehehe… ente membuktika apa yang ditulis Muhammad…. hehehehe…. lucu banget Mas…

    Mih saya juga ada al-kitab (surat Allah, ayat 2)

    Dan ketika Aku (Allah) berkata kepada Muhammad ‘ Hai Muhammad… Katakanlah Bahwa Ia (Ridho) dan keturunannya akan mati di api neraka sepertihalnya Fir’aun. Dan katakan pula kepadanya Bahwa tiada tempat yang lebih mulia dari pada Ia berada di neraka…”

    Hehehehe……

    Salam….

  34. Ikutan ah…….
    ngomong2 soal Alkitab, itu AlKitab khan ditulis sm manusia, yach suka2 manusia jaman itu lah mau nulis apa. seperti misalnya: di syah kan nya Poligami.
    pdhl itu khan keinginannya manusia pada waktu itu pingin punya byk bini, jd ditulis lah didlm Alkitab boleh berpoligami.
    kalo kitab suci itu jatuh dr langit dgn sendirinya (kyk komet jatuh) itu baru Oke….
    hehehehehe…….
    May be yach, cuma 10 perintah (musa) aja yg bener2 dari Tuhan, Yg lainnya itu udh ditambah2in sm manusia.
    maaf yach…………….

  35. test…test
    hallo brooooooooooooooo….
    masih inget?.

    ngemeng2 itu foto richard dawkins ya?…ooo

  36. Logika Anda benar. Tapi sayangnya Anda membaca sumber terjemahan (Quran) yang salah. Karenanya kesimpulan Anda pun menjadi salah. Allah tidak pernah meragukan pengetahuanNya sendiri, contohnya dalam sejarah Ibrahim As. Ini adalah bentuk pelajaran logika bagi Ibrahim, bahwa rasa “kepemilikan” Ibrahim atas anaknya adalah salah. Ismail adalah anaknya, tapi bukan miliknya. Semua manusia hanya milik Allah. Dan Ibrahim berhasil memahaminya. Semoga Anda pun bisa memahami logika itu.

  37. Wah, cak kan ibaratnya misteri ilahi yang suka memberi teka teki kepada kita, sambil menutup mata penderitaan di muka bumi, sampeyan kok bisa bikin blogroll vulgar dengan menyebut namaku langsung ” bismi Pak haryono’, kan namaku Ahmed Shahi Kusuma.
    Awas nanti kuwalat lho……
    Imelku ksm3wjy@yahoo.com. salam pembebasan

  38. Saya tidak tahu apakah ini mempunyai kualitas yang baik bagi kesadaran anda, tetapi kalaupun tidak bukan masalah yang penting ada niat bagi kita semua untuk mendiskusikan dengan hasrat sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran, mungkin artikel tambahan ini dapat disimak tentang pembuktian keberadaan Tuhan di http://seremonia.net dengan judul THERE IS GOD

  39. Semoga ini dapat memberikan tambahan kesadaran, tetapi kalaupun tidak bukan masalah yang penting ada niat bagi kita semua untuk mendiskusikan dengan hasrat sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran, mungkin artikel tambahan ini dapat disimak tentang pembuktian keberadaan Tuhan di http://seremonia.net dengan judul THERE IS GOD

  40. suatu cerita dimana wong atheis lagi membikin karyannya yaitu sebuah lukisan…lukisan itu sangat jelas melukis wajah si wong atheis yang lagi menginjak tanaman indah di sebuah taman…

    waduch…tiba2 kok bisa ya …lukisan tersebut protes…
    KNAPA ANDA MELUKISKAN SAYA YG LAGI MENGINJAK TANAMAN…..
    welach…..welach..ada2 aja

  41. Islam itu hampir sama dengan Atheis. Kalau Nasrani jauh dari Atheis. ini bisa dilihat dari jumlah Tuhannya masing2, coba perhatikan:
    1. Dalam Atheis: “Tidak ada Tuhan”
    2. Islam: “Tidak ada Tuhan, kecuali Allah”
    3. Nasrani: “Tuhan itu nimimal tiga: Allah, Anak Tuhan, dan Roh Kudus”

    jadi ada persamaan yaitu kalimat “Tidak ada Tuhan”, hanya kalau islam ada kelanjutannya yaitu: “Kecuali Allah” sedang Atheis hanya “tidak ada tuhan”.

    Jadi Tuhan itu benar-benar TIDAK ADA, kecuali ALLAH.

    Saran saya kepada kaum atheis adalah sebaiknya anda jangan menyembah banyak tuhan, bingung mas…. sebaiknya Tuhan itu SATU. kalau TIGA itu terlalu banyak mas… dan merepotkan… apalagi EMPAT wah itu sangat-sangat banyak. saya masih bersyukur jumlah tuhan orang Nasrani cuman TIGA coba bayangkan kalau tuhan orang nasrani itu EMPAT?????

    dari isa.cordova@yahoo.co.id


Beri tanggapan

Your response:

Kategori