Oleh: addhiet | Juni 30, 2008

Nabi Terakhir

(Ayat 1)

telah tiba saatnya..
dimana Aku (Allah) tak mampu lagi menaungi lautan-Ku
maka Aku (Allah) telah mengirim seorang nabi terakhir..
yang akan Aku (Allah) utus untuk kalian sekalian..manusia…

ia adalah nabi terakhir yang telah Aku utus..
untuk mengabarkan berita duka pada dunia…
yakni tentang kematian-Ku

dan yakinlah dengan apa yang telah ia katakan…
karena kebenaran telah aku tancapkan pada ujung lidahnya paling dalam..
Sehingga senyatanya ia takkan dapat berdusta..

(Ayat 2)

Lihatlah awan hitam itu..
itu adalah pertanda akan kedatangannya..
kedatangan seseorang yang akan di sangkal oleh kebanyakan manusia..
kedatangan seseorang yang akan dilaknat oleh manusia..
namun, tahukan kalian..
bahwa sannya (mereka yang menyangkal dan melaknat) adalah mereka yang akan ditimpa keputus-asaan..
Mereka adalah manusia yang akan sengsara di atas sajadah-Ku…

dan lihatlah wahai manusia…
ketika Ia (Nabi Terakhir) itu telah berdiri di atas gunung arjuna, dan berteriak lantang mengutuk Iblis..
Umat yang telah makar dan berhasil menjatuhkan tahtah-Ku..
umat yang telah memberontak kepada-Ku..
umat yang telah menancapkan anak panah di dada-Ku..
Umat yang telah berhasi membunuh-Ku..

Ia (nabi terakhir) itu akan segera datang…
dan senyatanya kalian (manusia) pasti akan menolak-Nya..

(ayat 3)

Dan ketika ia (nabi terakhir) itu datang..
mereka (manusia) akan segera menyalib-Nya..
membawanya ke gurun syahra..
seperti Isa….

dan ketika itu pula manusia mulai kehilangan Ia (Nabi terakhir-Ku)
lalu..mereka (manusia) menyesalinya…

(ayat 4)

kemudian akan datang bala bantuan dari Jibril..
yang akan datang menyerupai burung cendrawasih…
yang melayang-layang diatas-Nya (Nabi Terakhir yang di salib), sambil menangis tersedu-sedu..
mereka (para burung itu) berusaha menjelaskan kepada manusia tentang siapa Ia (nabi Terakhir yang disalib)..
namun sekali lagi mereka (manusia) menyangkalnya..
dengan berdalih tidak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Ia (Jibri yang menyerupai burung cendrawasih)…Padahal senyata-nyatanya mereka 9manusia) mengetahuinya..l

(ayat 5)

Katakanlah jibril..
kepada manusia agar mereka senyata-nyatanya tidak mengingkari-ku
agar senyata-nyatanya Ia (manusia0 tidak mengingkari nabi-Ku..

Ia adalah nabi terakhir-ku
yang telah Aku utus untuk mengabarkan kematian-Ku..

katakanlah…
bahwa itu adalah kebenarannya yang sesungguhnya…
dan manusia harus menerimanya…


Tanggapan

  1. haha
    kayak serius
    kikiki

    saya pernah ketemu Nietzsche dia crita klo awalnya main2, tepatnya sekedar protes pengabdian ayahnya di gereja tidak terbalas secara finansial. Dia kerap mendisukusikan ini sama kakak perempuannya. Mulailah dia protes kecil2an. nah menginjak dewasa dia sangat trauma oleh Richad Wagner komponis pujanannya yg kemudian menistanya setelah perkawanan yg cukup lama (tepatnya pemujaan).
    Umpatan demi umpatan mucul darinya memuncak pada Spräche Zarathusta (saya punya bukunya, dan pernah lihat yg tulisan tangan dia hehe). Tak lama kemudian dia meninggal setelah perawatan tak kunjung memebaik dari RSJ di daerah Thuringia bbrpa km dr rmhnya.
    Nietzsche yg mengiba, mucul dari umpatan kecil, jadi krg waras, berahir pada penyesalan yg hanya dia sampaikan ke kakak yg setia merawat….namun dunia terlanjur menganggapnya atheis dan sebagian orang yg maaf juga mengidap ketidakwarasan sejenis membutuhkan dia menemani atau mengukuhkan hehehehehenyaaa…kakakaka


Beri tanggapan

Your response:

Kategori