<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: The Genius of Charles Darwin</title>
	<atom:link href="http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/</link>
	<description>Sebuah Pemberontakan Diri Terhadap Tuhan Yang Maha Tiran</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 08:16:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: bruu</title>
		<link>http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/#comment-302</link>
		<dc:creator>bruu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 04:05:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wong2ateis.wordpress.com/?p=300#comment-302</guid>
		<description>sori postingan sampe 3 kali, soalnya dan 3 hari susah masuknya bro!.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sori postingan sampe 3 kali, soalnya dan 3 hari susah masuknya bro!.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bruu</title>
		<link>http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/#comment-301</link>
		<dc:creator>bruu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 04:00:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wong2ateis.wordpress.com/?p=300#comment-301</guid>
		<description>#daeng
1.sama..gw jg tiap hari buru2 bro..
2.benar2 sanggahan sederhana..hehe..

Seleksi alam, yang dikemukakan Darwin sebagai mekanisme evolusi, ternyata tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Seleksi alam tidak dapat membentuk spesies baru.
Sebagaimana kemustahilan munculnya kehidupan di muka bumi secara kebetulan, adalah tidak mungkin bagi spesies makhluk hidup untuk merubah diri mereka sendiri menjadi spesies lain. Sebab, tidak ada kekuatan yang mampu mendorong terjadinya peristiwa seperti ini di alam. Apa yang kita sebut alam adalah kumpulan dari atom-atom yang tidak memiliki kesadaran dan akal yang menyusun tanah, bebatuan, udara, air dan segala sesuatu yang lain. Tumpukan benda mati ini tidak memiliki kekuatan untuk merubah makhluk tak bertulang belakang (invertebrata) menjadi seekor ikan, kemudian menjadikannya naik ke darat dan berubah menjadi seekor reptil, dan kemudian merubahnya menjadi seekor burung dan menjadikannya mampu terbang, dan akhirnya menjadikannya seorang manusia.
Darwin mengemukakan sebuah gagasan sebagai “mekanisme evolusi”: Seleksi Alam. Seleksi Alam membahas seputar gagasan bahwa makhluk hidup paling kuat yang paling mampu menyesuaikan diri dengan tempat hidup mereka akan tetap hidup. Misalnya, dalam sekelompok rusa yang dimangsa oleh binatang buas, rusa yang mampu lari lebih cepat akan bertahan hidup. Tetapi, tentu saja mekanisme seperti ini tidak akan menyebabkan rusa berevolusi - ini tidak akan merubah mereka menjadi spesies lain seperti gajah, misalnya.
Para evolusionis seringkali mengutip “Ngengat Revolusi Industri” pada abad ke-18 di Inggris sebagai “contoh nyata evolusi melalui seleksi alam”. Menurut kisahnya, di sekitar permulaan Revolusi Industri di Inggris, warna kulit batang pohon di sekitar kota Manchester sangatlah terang. Karenanya, ngengat berwarna gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat sehingga mudah menjadi mangsa bagi burung-burung dan, akibatnya, jumlahnya menjadi berkurang. Namun, ketika kulit batang pohon menjadi gelap akibat polusi yang disebabkan oleh revolusi industri, kini ngengat berwarna terang menjadi yang paling diburu dan jumlah populasi ngengat berwarna gelap meningkat. Ini bukanlah contoh “evolusi”, sebab seleksi alam tidak memunculkan suatu spesies baru yang sebelumnya tidak pernah ada di alam. Ngengat berwarna gelap telah ada sebelum revolusi industri. Di sini, kita dapat melihat ngengat-ngengat yang dikoleksi oleh seorang kolektor sebelum dan sesudah revolusi industri. Yang terjadi hanyalah perubahan jumlah populasi spesies-spesies ngengat yang telah ada. Ngengat tidak mendapatkan organ atau ciri fisik baru yang mengarah pada suatu “perubahan dalam spesies mereka”.
Ketika Darwin mengusulkan “seleksi alam menyebabkan spesies berevolusi”, ia sebenarnya terilhami hipotesis Lamarck tentang “penurunan sifat dapatan”. Menurut Lamarck, leher jerapah memanjang saat mencoba mencapai cabang pohon yang lebih tinggi untuk mendapatkan makanan. Akan tetapi, di abad ke-20 diketahui bahwa Lamarckisme adalah pemikiran yang keliru.
Tidak ada secuil pun bukti pengamatan yang menunjukkan seleksi alam pernah menyebabkan makhluk hidup mana pun untuk berevolusi. Evolu-sionis ternama yang juga pakar paleontologi asal Inggris, Colin Patterson, mengakui kenyataan ini:
Di alam, individu-individu lemah termusnahkan dan tergantikan oleh individu-individu kuat. Namun, fenomena ini tidak menyebabkan kemunculan spesies baru. Bahkan jika hewan-hewan liar memburu rusa lemah dan lamban selama milyaran tahun, rusa tidak akan pernah berubah menjadi spesies lain.
Tak seorang pun pernah memunculkan satu spesies melalui mekanisme seleksi alam. Tak seorang pun pernah hampirmelakukannya, dan kebanyakan perdebatan dalam neo-Darwinisme sekarang adalah seputar masalah ini.
Teori evolusi Darwin melalui proses seleksi alam bersandar pada anggapan bahwa seluruh makhluk hidup melakukan perjuangan sengit untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Pengamatan ternyata menunjukkan masyarakat hewan memperlihatkan beragam contoh mengagumkan tentang perilaku pengorbanan diri dan tolong-menolong. Lembu liar dewasa yang berbaris melingkar untuk melindungi keturunan muda mereka hanyalah satu dari sekian banyak contoh pengorbanan diri di alam.
Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies yang cacat, lemah atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, informasi genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan mengatakan: “Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi”. Karena itulah neo-Darwinisme harus mengangkat mutasi sejajar dengan seleksi alam sebagai “penyebab perubahan-perubahan menguntungkan”. Akan tetapi, seperti yang akan kita lihat, mutasi hanya dapat men-jadi “penyebab perubahan-perubahan merugikan”.

@Ahmed
memang tidak tepat megeneralisai, tapi pada kasus ateisme dawnskin disini masalah pada tolak ukurnya, sebab dawkins merupakan salah satu dedengkot evolusi ateis setelah darwin (klo tidak salah).&quot;Dawkins kan telah mencapai tangga evolusi otak yang tinggi dibanding para pengikutnya yang setia&quot;, nah kalo dimisalkan dengan kasus (misalkan)pertobatan dawkin menjadi penginjil...apakah tidak betentangan dengan teori itu sendiri? karena para pengikutnya malah sebaliknya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#daeng<br />
1.sama..gw jg tiap hari buru2 bro..<br />
2.benar2 sanggahan sederhana..hehe..</p>
<p>Seleksi alam, yang dikemukakan Darwin sebagai mekanisme evolusi, ternyata tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Seleksi alam tidak dapat membentuk spesies baru.<br />
Sebagaimana kemustahilan munculnya kehidupan di muka bumi secara kebetulan, adalah tidak mungkin bagi spesies makhluk hidup untuk merubah diri mereka sendiri menjadi spesies lain. Sebab, tidak ada kekuatan yang mampu mendorong terjadinya peristiwa seperti ini di alam. Apa yang kita sebut alam adalah kumpulan dari atom-atom yang tidak memiliki kesadaran dan akal yang menyusun tanah, bebatuan, udara, air dan segala sesuatu yang lain. Tumpukan benda mati ini tidak memiliki kekuatan untuk merubah makhluk tak bertulang belakang (invertebrata) menjadi seekor ikan, kemudian menjadikannya naik ke darat dan berubah menjadi seekor reptil, dan kemudian merubahnya menjadi seekor burung dan menjadikannya mampu terbang, dan akhirnya menjadikannya seorang manusia.<br />
Darwin mengemukakan sebuah gagasan sebagai “mekanisme evolusi”: Seleksi Alam. Seleksi Alam membahas seputar gagasan bahwa makhluk hidup paling kuat yang paling mampu menyesuaikan diri dengan tempat hidup mereka akan tetap hidup. Misalnya, dalam sekelompok rusa yang dimangsa oleh binatang buas, rusa yang mampu lari lebih cepat akan bertahan hidup. Tetapi, tentu saja mekanisme seperti ini tidak akan menyebabkan rusa berevolusi &#8211; ini tidak akan merubah mereka menjadi spesies lain seperti gajah, misalnya.<br />
Para evolusionis seringkali mengutip “Ngengat Revolusi Industri” pada abad ke-18 di Inggris sebagai “contoh nyata evolusi melalui seleksi alam”. Menurut kisahnya, di sekitar permulaan Revolusi Industri di Inggris, warna kulit batang pohon di sekitar kota Manchester sangatlah terang. Karenanya, ngengat berwarna gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat sehingga mudah menjadi mangsa bagi burung-burung dan, akibatnya, jumlahnya menjadi berkurang. Namun, ketika kulit batang pohon menjadi gelap akibat polusi yang disebabkan oleh revolusi industri, kini ngengat berwarna terang menjadi yang paling diburu dan jumlah populasi ngengat berwarna gelap meningkat. Ini bukanlah contoh “evolusi”, sebab seleksi alam tidak memunculkan suatu spesies baru yang sebelumnya tidak pernah ada di alam. Ngengat berwarna gelap telah ada sebelum revolusi industri. Di sini, kita dapat melihat ngengat-ngengat yang dikoleksi oleh seorang kolektor sebelum dan sesudah revolusi industri. Yang terjadi hanyalah perubahan jumlah populasi spesies-spesies ngengat yang telah ada. Ngengat tidak mendapatkan organ atau ciri fisik baru yang mengarah pada suatu “perubahan dalam spesies mereka”.<br />
Ketika Darwin mengusulkan “seleksi alam menyebabkan spesies berevolusi”, ia sebenarnya terilhami hipotesis Lamarck tentang “penurunan sifat dapatan”. Menurut Lamarck, leher jerapah memanjang saat mencoba mencapai cabang pohon yang lebih tinggi untuk mendapatkan makanan. Akan tetapi, di abad ke-20 diketahui bahwa Lamarckisme adalah pemikiran yang keliru.<br />
Tidak ada secuil pun bukti pengamatan yang menunjukkan seleksi alam pernah menyebabkan makhluk hidup mana pun untuk berevolusi. Evolu-sionis ternama yang juga pakar paleontologi asal Inggris, Colin Patterson, mengakui kenyataan ini:<br />
Di alam, individu-individu lemah termusnahkan dan tergantikan oleh individu-individu kuat. Namun, fenomena ini tidak menyebabkan kemunculan spesies baru. Bahkan jika hewan-hewan liar memburu rusa lemah dan lamban selama milyaran tahun, rusa tidak akan pernah berubah menjadi spesies lain.<br />
Tak seorang pun pernah memunculkan satu spesies melalui mekanisme seleksi alam. Tak seorang pun pernah hampirmelakukannya, dan kebanyakan perdebatan dalam neo-Darwinisme sekarang adalah seputar masalah ini.<br />
Teori evolusi Darwin melalui proses seleksi alam bersandar pada anggapan bahwa seluruh makhluk hidup melakukan perjuangan sengit untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Pengamatan ternyata menunjukkan masyarakat hewan memperlihatkan beragam contoh mengagumkan tentang perilaku pengorbanan diri dan tolong-menolong. Lembu liar dewasa yang berbaris melingkar untuk melindungi keturunan muda mereka hanyalah satu dari sekian banyak contoh pengorbanan diri di alam.<br />
Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies yang cacat, lemah atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, informasi genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan mengatakan: “Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi”. Karena itulah neo-Darwinisme harus mengangkat mutasi sejajar dengan seleksi alam sebagai “penyebab perubahan-perubahan menguntungkan”. Akan tetapi, seperti yang akan kita lihat, mutasi hanya dapat men-jadi “penyebab perubahan-perubahan merugikan”.</p>
<p>@Ahmed<br />
memang tidak tepat megeneralisai, tapi pada kasus ateisme dawnskin disini masalah pada tolak ukurnya, sebab dawkins merupakan salah satu dedengkot evolusi ateis setelah darwin (klo tidak salah).&#8221;Dawkins kan telah mencapai tangga evolusi otak yang tinggi dibanding para pengikutnya yang setia&#8221;, nah kalo dimisalkan dengan kasus (misalkan)pertobatan dawkin menjadi penginjil&#8230;apakah tidak betentangan dengan teori itu sendiri? karena para pengikutnya malah sebaliknya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bruu</title>
		<link>http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/#comment-300</link>
		<dc:creator>bruu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 10:15:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wong2ateis.wordpress.com/?p=300#comment-300</guid>
		<description>#daeng
1.sama..gw jg tiap hari buru2 bro..
2.benar2 sanggahan sederhana..hehe..

Seleksi alam, yang dikemukakan Darwin sebagai mekanisme evolusi, ternyata tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Seleksi alam tidak dapat membentuk spesies baru.
Sebagaimana kemustahilan munculnya kehidupan di muka bumi secara kebetulan, adalah tidak mungkin bagi spesies makhluk hidup untuk merubah diri mereka sendiri menjadi spesies lain. Sebab, tidak ada kekuatan yang mampu mendorong terjadinya peristiwa seperti ini di alam. Apa yang kita sebut alam adalah kumpulan dari atom-atom yang tidak memiliki kesadaran dan akal yang menyusun tanah, bebatuan, udara, air dan segala sesuatu yang lain. Tumpukan benda mati ini tidak memiliki kekuatan untuk merubah makhluk tak bertulang belakang (invertebrata) menjadi seekor ikan, kemudian menjadikannya naik ke darat dan berubah menjadi seekor reptil, dan kemudian merubahnya menjadi seekor burung dan menjadikannya mampu terbang, dan akhirnya menjadikannya seorang manusia.
Darwin mengemukakan sebuah gagasan sebagai “mekanisme evolusi”: Seleksi Alam. Seleksi Alam membahas seputar gagasan bahwa makhluk hidup paling kuat yang paling mampu menyesuaikan diri dengan tempat hidup mereka akan tetap hidup. Misalnya, dalam sekelompok rusa yang dimangsa oleh binatang buas, rusa yang mampu lari lebih cepat akan bertahan hidup. Tetapi, tentu saja mekanisme seperti ini tidak akan menyebabkan rusa berevolusi - ini tidak akan merubah mereka menjadi spesies lain seperti gajah, misalnya.
Para evolusionis seringkali mengutip “Ngengat Revolusi Industri” pada abad ke-18 di Inggris sebagai “contoh nyata evolusi melalui seleksi alam”. Menurut kisahnya, di sekitar permulaan Revolusi Industri di Inggris, warna kulit batang pohon di sekitar kota Manchester sangatlah terang. Karenanya, ngengat berwarna gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat sehingga mudah menjadi mangsa bagi burung-burung dan, akibatnya, jumlahnya menjadi berkurang. Namun, ketika kulit batang pohon menjadi gelap akibat polusi yang disebabkan oleh revolusi industri, kini ngengat berwarna terang menjadi yang paling diburu dan jumlah populasi ngengat berwarna gelap meningkat. Ini bukanlah contoh “evolusi”, sebab seleksi alam tidak memunculkan suatu spesies baru yang sebelumnya tidak pernah ada di alam. Ngengat berwarna gelap telah ada sebelum revolusi industri. Di sini, kita dapat melihat ngengat-ngengat yang dikoleksi oleh seorang kolektor sebelum dan sesudah revolusi industri. Yang terjadi hanyalah perubahan jumlah populasi spesies-spesies ngengat yang telah ada. Ngengat tidak mendapatkan organ atau ciri fisik baru yang mengarah pada suatu “perubahan dalam spesies mereka”.
Ketika Darwin mengusulkan “seleksi alam menyebabkan spesies berevolusi”, ia sebenarnya terilhami hipotesis Lamarck tentang “penurunan sifat dapatan”. Menurut Lamarck, leher jerapah memanjang saat mencoba mencapai cabang pohon yang lebih tinggi untuk mendapatkan makanan. Akan tetapi, di abad ke-20 diketahui bahwa Lamarckisme adalah pemikiran yang keliru.
Tidak ada secuil pun bukti pengamatan yang menunjukkan seleksi alam pernah menyebabkan makhluk hidup mana pun untuk berevolusi. Evolu-sionis ternama yang juga pakar paleontologi asal Inggris, Colin Patterson, mengakui kenyataan ini:
Di alam, individu-individu lemah termusnahkan dan tergantikan oleh individu-individu kuat. Namun, fenomena ini tidak menyebabkan kemunculan spesies baru. Bahkan jika hewan-hewan liar memburu rusa lemah dan lamban selama milyaran tahun, rusa tidak akan pernah berubah menjadi spesies lain.
Tak seorang pun pernah memunculkan satu spesies melalui mekanisme seleksi alam. Tak seorang pun pernah hampirmelakukannya, dan kebanyakan perdebatan dalam neo-Darwinisme sekarang adalah seputar masalah ini.
Teori evolusi Darwin melalui proses seleksi alam bersandar pada anggapan bahwa seluruh makhluk hidup melakukan perjuangan sengit untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Pengamatan ternyata menunjukkan masyarakat hewan memperlihatkan beragam contoh mengagumkan tentang perilaku pengorbanan diri dan tolong-menolong. Lembu liar dewasa yang berbaris melingkar untuk melindungi keturunan muda mereka hanyalah satu dari sekian banyak contoh pengorbanan diri di alam.
Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies yang cacat, lemah atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, informasi genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan mengatakan: “Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi”. Karena itulah neo-Darwinisme harus mengangkat mutasi sejajar dengan seleksi alam sebagai “penyebab perubahan-perubahan menguntungkan”. Akan tetapi, seperti yang akan kita lihat, mutasi hanya dapat men-jadi “penyebab perubahan-perubahan merugikan”.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#daeng<br />
1.sama..gw jg tiap hari buru2 bro..<br />
2.benar2 sanggahan sederhana..hehe..</p>
<p>Seleksi alam, yang dikemukakan Darwin sebagai mekanisme evolusi, ternyata tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Seleksi alam tidak dapat membentuk spesies baru.<br />
Sebagaimana kemustahilan munculnya kehidupan di muka bumi secara kebetulan, adalah tidak mungkin bagi spesies makhluk hidup untuk merubah diri mereka sendiri menjadi spesies lain. Sebab, tidak ada kekuatan yang mampu mendorong terjadinya peristiwa seperti ini di alam. Apa yang kita sebut alam adalah kumpulan dari atom-atom yang tidak memiliki kesadaran dan akal yang menyusun tanah, bebatuan, udara, air dan segala sesuatu yang lain. Tumpukan benda mati ini tidak memiliki kekuatan untuk merubah makhluk tak bertulang belakang (invertebrata) menjadi seekor ikan, kemudian menjadikannya naik ke darat dan berubah menjadi seekor reptil, dan kemudian merubahnya menjadi seekor burung dan menjadikannya mampu terbang, dan akhirnya menjadikannya seorang manusia.<br />
Darwin mengemukakan sebuah gagasan sebagai “mekanisme evolusi”: Seleksi Alam. Seleksi Alam membahas seputar gagasan bahwa makhluk hidup paling kuat yang paling mampu menyesuaikan diri dengan tempat hidup mereka akan tetap hidup. Misalnya, dalam sekelompok rusa yang dimangsa oleh binatang buas, rusa yang mampu lari lebih cepat akan bertahan hidup. Tetapi, tentu saja mekanisme seperti ini tidak akan menyebabkan rusa berevolusi &#8211; ini tidak akan merubah mereka menjadi spesies lain seperti gajah, misalnya.<br />
Para evolusionis seringkali mengutip “Ngengat Revolusi Industri” pada abad ke-18 di Inggris sebagai “contoh nyata evolusi melalui seleksi alam”. Menurut kisahnya, di sekitar permulaan Revolusi Industri di Inggris, warna kulit batang pohon di sekitar kota Manchester sangatlah terang. Karenanya, ngengat berwarna gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat sehingga mudah menjadi mangsa bagi burung-burung dan, akibatnya, jumlahnya menjadi berkurang. Namun, ketika kulit batang pohon menjadi gelap akibat polusi yang disebabkan oleh revolusi industri, kini ngengat berwarna terang menjadi yang paling diburu dan jumlah populasi ngengat berwarna gelap meningkat. Ini bukanlah contoh “evolusi”, sebab seleksi alam tidak memunculkan suatu spesies baru yang sebelumnya tidak pernah ada di alam. Ngengat berwarna gelap telah ada sebelum revolusi industri. Di sini, kita dapat melihat ngengat-ngengat yang dikoleksi oleh seorang kolektor sebelum dan sesudah revolusi industri. Yang terjadi hanyalah perubahan jumlah populasi spesies-spesies ngengat yang telah ada. Ngengat tidak mendapatkan organ atau ciri fisik baru yang mengarah pada suatu “perubahan dalam spesies mereka”.<br />
Ketika Darwin mengusulkan “seleksi alam menyebabkan spesies berevolusi”, ia sebenarnya terilhami hipotesis Lamarck tentang “penurunan sifat dapatan”. Menurut Lamarck, leher jerapah memanjang saat mencoba mencapai cabang pohon yang lebih tinggi untuk mendapatkan makanan. Akan tetapi, di abad ke-20 diketahui bahwa Lamarckisme adalah pemikiran yang keliru.<br />
Tidak ada secuil pun bukti pengamatan yang menunjukkan seleksi alam pernah menyebabkan makhluk hidup mana pun untuk berevolusi. Evolu-sionis ternama yang juga pakar paleontologi asal Inggris, Colin Patterson, mengakui kenyataan ini:<br />
Di alam, individu-individu lemah termusnahkan dan tergantikan oleh individu-individu kuat. Namun, fenomena ini tidak menyebabkan kemunculan spesies baru. Bahkan jika hewan-hewan liar memburu rusa lemah dan lamban selama milyaran tahun, rusa tidak akan pernah berubah menjadi spesies lain.<br />
Tak seorang pun pernah memunculkan satu spesies melalui mekanisme seleksi alam. Tak seorang pun pernah hampirmelakukannya, dan kebanyakan perdebatan dalam neo-Darwinisme sekarang adalah seputar masalah ini.<br />
Teori evolusi Darwin melalui proses seleksi alam bersandar pada anggapan bahwa seluruh makhluk hidup melakukan perjuangan sengit untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Pengamatan ternyata menunjukkan masyarakat hewan memperlihatkan beragam contoh mengagumkan tentang perilaku pengorbanan diri dan tolong-menolong. Lembu liar dewasa yang berbaris melingkar untuk melindungi keturunan muda mereka hanyalah satu dari sekian banyak contoh pengorbanan diri di alam.<br />
Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies yang cacat, lemah atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, informasi genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan mengatakan: “Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi”. Karena itulah neo-Darwinisme harus mengangkat mutasi sejajar dengan seleksi alam sebagai “penyebab perubahan-perubahan menguntungkan”. Akan tetapi, seperti yang akan kita lihat, mutasi hanya dapat men-jadi “penyebab perubahan-perubahan merugikan”.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ahmed Shahi Kusuma</title>
		<link>http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/#comment-299</link>
		<dc:creator>Ahmed Shahi Kusuma</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 09:56:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wong2ateis.wordpress.com/?p=300#comment-299</guid>
		<description>Mumkin aja, orang2 di sini terpengaruh Harun Yahya, padahalia gak ilmiah banget.
  OK... gagasan bahwa seakan-akan  mengeritik Richard Dawkins berarti menggugurkan Ateisme, adalah tidak tepat ( seperti misalnya &#039;dukungan&quot; dawkins terhadap kritik evolusi), karena ateisme tidak identik dengan Dawkins sebagaimana menyamakan marxisme dengan Stalin atau zionisme dengan yahudi, dan Islam dengan Imam Samudra....
  Ateisme tidak goncang misalnya, hanya dengan pertobatan Dawkins menjadi penginjil....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mumkin aja, orang2 di sini terpengaruh Harun Yahya, padahalia gak ilmiah banget.<br />
  OK&#8230; gagasan bahwa seakan-akan  mengeritik Richard Dawkins berarti menggugurkan Ateisme, adalah tidak tepat ( seperti misalnya &#8216;dukungan&#8221; dawkins terhadap kritik evolusi), karena ateisme tidak identik dengan Dawkins sebagaimana menyamakan marxisme dengan Stalin atau zionisme dengan yahudi, dan Islam dengan Imam Samudra&#8230;.<br />
  Ateisme tidak goncang misalnya, hanya dengan pertobatan Dawkins menjadi penginjil&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bruu</title>
		<link>http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/#comment-292</link>
		<dc:creator>bruu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 09:50:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wong2ateis.wordpress.com/?p=300#comment-292</guid>
		<description>#daeng
1.sama..gw jg tiap hari buru2 bro..
2.benar2 sanggahan sederhana..hehe..

Seleksi alam, yang dikemukakan Darwin sebagai mekanisme evolusi, ternyata tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Seleksi alam tidak dapat membentuk spesies baru. 
Sebagaimana kemustahilan munculnya kehidupan di muka bumi secara kebetulan, adalah tidak mungkin bagi spesies makhluk hidup untuk merubah diri mereka sendiri menjadi spesies lain. Sebab, tidak ada kekuatan yang mampu mendorong terjadinya peristiwa seperti ini di alam. Apa yang kita sebut alam adalah kumpulan dari atom-atom yang tidak memiliki kesadaran dan akal yang menyusun tanah, bebatuan, udara, air dan segala sesuatu yang lain. Tumpukan benda mati ini tidak memiliki kekuatan untuk merubah makhluk tak bertulang belakang (invertebrata) menjadi seekor ikan, kemudian menjadikannya naik ke darat dan berubah menjadi seekor reptil, dan kemudian merubahnya menjadi seekor burung dan menjadikannya mampu terbang, dan akhirnya menjadikannya seorang manusia. 
Darwin mengemukakan sebuah gagasan sebagai &quot;mekanisme evolusi&quot;: Seleksi Alam. Seleksi Alam membahas seputar gagasan bahwa makhluk hidup paling kuat yang paling mampu menyesuaikan diri dengan tempat hidup mereka akan tetap hidup. Misalnya, dalam sekelompok rusa yang dimangsa oleh binatang buas, rusa yang mampu lari lebih cepat akan bertahan hidup. Tetapi, tentu saja mekanisme seperti ini tidak akan menyebabkan rusa berevolusi - ini tidak akan merubah mereka menjadi spesies lain seperti gajah, misalnya.
Para evolusionis seringkali mengutip &quot;Ngengat Revolusi Industri&quot; pada abad ke-18 di Inggris sebagai &quot;contoh nyata evolusi melalui seleksi alam&quot;. Menurut kisahnya, di sekitar permulaan Revolusi Industri di Inggris, warna kulit batang pohon di sekitar kota Manchester sangatlah terang. Karenanya, ngengat berwarna gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat sehingga mudah menjadi mangsa bagi burung-burung dan, akibatnya, jumlahnya menjadi berkurang. Namun, ketika kulit batang pohon menjadi gelap akibat polusi yang disebabkan oleh revolusi industri, kini ngengat berwarna terang menjadi yang paling diburu dan jumlah populasi ngengat berwarna gelap meningkat. Ini bukanlah contoh &quot;evolusi&quot;, sebab seleksi alam tidak memunculkan suatu spesies baru yang sebelumnya tidak pernah ada di alam. Ngengat berwarna gelap telah ada sebelum revolusi industri. Di sini, kita dapat melihat ngengat-ngengat yang dikoleksi oleh seorang kolektor sebelum dan sesudah revolusi industri. Yang terjadi hanyalah perubahan jumlah populasi spesies-spesies ngengat yang telah ada. Ngengat tidak mendapatkan organ atau ciri fisik baru yang mengarah pada suatu &quot;perubahan dalam spesies mereka&quot;.
Ketika Darwin mengusulkan &quot;seleksi alam menyebabkan spesies berevolusi&quot;, ia sebenarnya terilhami hipotesis Lamarck tentang &quot;penurunan sifat dapatan&quot;. Menurut Lamarck, leher jerapah memanjang saat mencoba mencapai cabang pohon yang lebih tinggi untuk mendapatkan makanan. Akan tetapi, di abad ke-20 diketahui bahwa Lamarckisme adalah pemikiran yang keliru.
Tidak ada secuil pun bukti pengamatan yang menunjukkan seleksi alam pernah menyebabkan makhluk hidup mana pun untuk berevolusi. Evolu-sionis ternama yang juga pakar paleontologi asal Inggris, Colin Patterson, mengakui kenyataan ini:
Di alam, individu-individu lemah termusnahkan dan tergantikan oleh individu-individu kuat. Namun, fenomena ini tidak menyebabkan kemunculan spesies baru. Bahkan jika hewan-hewan liar memburu rusa lemah dan lamban selama milyaran tahun, rusa tidak akan pernah berubah menjadi spesies lain.
Tak seorang pun pernah memunculkan satu spesies melalui mekanisme seleksi alam. Tak seorang pun pernah hampirmelakukannya, dan kebanyakan perdebatan dalam neo-Darwinisme sekarang adalah seputar masalah ini.
Teori evolusi Darwin melalui proses seleksi alam bersandar pada anggapan bahwa seluruh makhluk hidup melakukan perjuangan sengit untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Pengamatan ternyata menunjukkan masyarakat hewan memperlihatkan beragam contoh mengagumkan tentang perilaku pengorbanan diri dan tolong-menolong. Lembu liar dewasa yang berbaris melingkar untuk melindungi keturunan muda mereka hanyalah satu dari sekian banyak contoh pengorbanan diri di alam.
Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies yang cacat, lemah atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, informasi genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan mengatakan: &quot;Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi&quot;. Karena itulah neo-Darwinisme harus mengangkat mutasi sejajar dengan seleksi alam sebagai &quot;penyebab perubahan-perubahan menguntungkan&quot;. Akan tetapi, seperti yang akan kita lihat, mutasi hanya dapat men-jadi &quot;penyebab perubahan-perubahan merugikan&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#daeng<br />
1.sama..gw jg tiap hari buru2 bro..<br />
2.benar2 sanggahan sederhana..hehe..</p>
<p>Seleksi alam, yang dikemukakan Darwin sebagai mekanisme evolusi, ternyata tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Seleksi alam tidak dapat membentuk spesies baru.<br />
Sebagaimana kemustahilan munculnya kehidupan di muka bumi secara kebetulan, adalah tidak mungkin bagi spesies makhluk hidup untuk merubah diri mereka sendiri menjadi spesies lain. Sebab, tidak ada kekuatan yang mampu mendorong terjadinya peristiwa seperti ini di alam. Apa yang kita sebut alam adalah kumpulan dari atom-atom yang tidak memiliki kesadaran dan akal yang menyusun tanah, bebatuan, udara, air dan segala sesuatu yang lain. Tumpukan benda mati ini tidak memiliki kekuatan untuk merubah makhluk tak bertulang belakang (invertebrata) menjadi seekor ikan, kemudian menjadikannya naik ke darat dan berubah menjadi seekor reptil, dan kemudian merubahnya menjadi seekor burung dan menjadikannya mampu terbang, dan akhirnya menjadikannya seorang manusia.<br />
Darwin mengemukakan sebuah gagasan sebagai &#8220;mekanisme evolusi&#8221;: Seleksi Alam. Seleksi Alam membahas seputar gagasan bahwa makhluk hidup paling kuat yang paling mampu menyesuaikan diri dengan tempat hidup mereka akan tetap hidup. Misalnya, dalam sekelompok rusa yang dimangsa oleh binatang buas, rusa yang mampu lari lebih cepat akan bertahan hidup. Tetapi, tentu saja mekanisme seperti ini tidak akan menyebabkan rusa berevolusi &#8211; ini tidak akan merubah mereka menjadi spesies lain seperti gajah, misalnya.<br />
Para evolusionis seringkali mengutip &#8220;Ngengat Revolusi Industri&#8221; pada abad ke-18 di Inggris sebagai &#8220;contoh nyata evolusi melalui seleksi alam&#8221;. Menurut kisahnya, di sekitar permulaan Revolusi Industri di Inggris, warna kulit batang pohon di sekitar kota Manchester sangatlah terang. Karenanya, ngengat berwarna gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat sehingga mudah menjadi mangsa bagi burung-burung dan, akibatnya, jumlahnya menjadi berkurang. Namun, ketika kulit batang pohon menjadi gelap akibat polusi yang disebabkan oleh revolusi industri, kini ngengat berwarna terang menjadi yang paling diburu dan jumlah populasi ngengat berwarna gelap meningkat. Ini bukanlah contoh &#8220;evolusi&#8221;, sebab seleksi alam tidak memunculkan suatu spesies baru yang sebelumnya tidak pernah ada di alam. Ngengat berwarna gelap telah ada sebelum revolusi industri. Di sini, kita dapat melihat ngengat-ngengat yang dikoleksi oleh seorang kolektor sebelum dan sesudah revolusi industri. Yang terjadi hanyalah perubahan jumlah populasi spesies-spesies ngengat yang telah ada. Ngengat tidak mendapatkan organ atau ciri fisik baru yang mengarah pada suatu &#8220;perubahan dalam spesies mereka&#8221;.<br />
Ketika Darwin mengusulkan &#8220;seleksi alam menyebabkan spesies berevolusi&#8221;, ia sebenarnya terilhami hipotesis Lamarck tentang &#8220;penurunan sifat dapatan&#8221;. Menurut Lamarck, leher jerapah memanjang saat mencoba mencapai cabang pohon yang lebih tinggi untuk mendapatkan makanan. Akan tetapi, di abad ke-20 diketahui bahwa Lamarckisme adalah pemikiran yang keliru.<br />
Tidak ada secuil pun bukti pengamatan yang menunjukkan seleksi alam pernah menyebabkan makhluk hidup mana pun untuk berevolusi. Evolu-sionis ternama yang juga pakar paleontologi asal Inggris, Colin Patterson, mengakui kenyataan ini:<br />
Di alam, individu-individu lemah termusnahkan dan tergantikan oleh individu-individu kuat. Namun, fenomena ini tidak menyebabkan kemunculan spesies baru. Bahkan jika hewan-hewan liar memburu rusa lemah dan lamban selama milyaran tahun, rusa tidak akan pernah berubah menjadi spesies lain.<br />
Tak seorang pun pernah memunculkan satu spesies melalui mekanisme seleksi alam. Tak seorang pun pernah hampirmelakukannya, dan kebanyakan perdebatan dalam neo-Darwinisme sekarang adalah seputar masalah ini.<br />
Teori evolusi Darwin melalui proses seleksi alam bersandar pada anggapan bahwa seluruh makhluk hidup melakukan perjuangan sengit untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Pengamatan ternyata menunjukkan masyarakat hewan memperlihatkan beragam contoh mengagumkan tentang perilaku pengorbanan diri dan tolong-menolong. Lembu liar dewasa yang berbaris melingkar untuk melindungi keturunan muda mereka hanyalah satu dari sekian banyak contoh pengorbanan diri di alam.<br />
Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies yang cacat, lemah atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, informasi genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan mengatakan: &#8220;Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi&#8221;. Karena itulah neo-Darwinisme harus mengangkat mutasi sejajar dengan seleksi alam sebagai &#8220;penyebab perubahan-perubahan menguntungkan&#8221;. Akan tetapi, seperti yang akan kita lihat, mutasi hanya dapat men-jadi &#8220;penyebab perubahan-perubahan merugikan&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wong2ateis</title>
		<link>http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/#comment-291</link>
		<dc:creator>wong2ateis</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 04:54:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wong2ateis.wordpress.com/?p=300#comment-291</guid>
		<description>@Bruu
ADA PESAN DARI DAENG : 
# Bruu
Thanks bruu
Komen lu panjang amat
sementara gue buru-buru nih
jadi gue sanggah aja paragraf pertama
Selanjutnya kesini aja
http://faktaevolusi.blogspot.com/

&quot;Richard Dawkins, seorang pendukung tergigih Darwinisme, telah lama menjelaskan penciptaan sempurna alam semesta berdasarkan teori evolusi, yang belakangan ini menderita keruntuhan di tingkat dunia. Namun, di tulisan-tulisan dan wawancara-wawancaranya akhir-akhir ini, Dawkins telah mulai menyatakan bahwa “kehidupan tidak dapat terbentuk melalui kebetulan.” Tidaklah masuk akal dan bukanlah nalar sehat untuk mendukung evolusi di satu sisi dan menyatakan bahwa kehidupan tidak dapat terjadi melalui kebetulan di sisi yang lain. Ini dikarenakan kenyataan bahwa menurut teori evolusi, yang didukung Dawkins, keberadaan kehidupan didasarkan seluruhnya pada kebetulan-kebetulan acak.&quot;

Sanggahan saya sederhana
Evolusi tidak bekerja secara acak saja, tapi ada seleksi alam. Sayangnya anda sepertinya
1. Tidak paham mengenai gaya2 yang bekerja pada evolusi, atau
2. Saudara sengaja menghilangkan faktor seleksi alam dari bahasan anda untuk membuat seolah2 evolusi hanya bertopang pada kebetulan. Ini straw man argument. Anda mengklaim sesuatu yang tidak dikatakan seseorang, lalu menyerang klaim tersebut dan menyatakan diri menang. Itu istilahnya &quot;pengecut&quot;

Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Bruu<br />
ADA PESAN DARI DAENG :<br />
# Bruu<br />
Thanks bruu<br />
Komen lu panjang amat<br />
sementara gue buru-buru nih<br />
jadi gue sanggah aja paragraf pertama<br />
Selanjutnya kesini aja<br />
<a href="http://faktaevolusi.blogspot.com/" rel="nofollow">http://faktaevolusi.blogspot.com/</a></p>
<p>&#8220;Richard Dawkins, seorang pendukung tergigih Darwinisme, telah lama menjelaskan penciptaan sempurna alam semesta berdasarkan teori evolusi, yang belakangan ini menderita keruntuhan di tingkat dunia. Namun, di tulisan-tulisan dan wawancara-wawancaranya akhir-akhir ini, Dawkins telah mulai menyatakan bahwa “kehidupan tidak dapat terbentuk melalui kebetulan.” Tidaklah masuk akal dan bukanlah nalar sehat untuk mendukung evolusi di satu sisi dan menyatakan bahwa kehidupan tidak dapat terjadi melalui kebetulan di sisi yang lain. Ini dikarenakan kenyataan bahwa menurut teori evolusi, yang didukung Dawkins, keberadaan kehidupan didasarkan seluruhnya pada kebetulan-kebetulan acak.&#8221;</p>
<p>Sanggahan saya sederhana<br />
Evolusi tidak bekerja secara acak saja, tapi ada seleksi alam. Sayangnya anda sepertinya<br />
1. Tidak paham mengenai gaya2 yang bekerja pada evolusi, atau<br />
2. Saudara sengaja menghilangkan faktor seleksi alam dari bahasan anda untuk membuat seolah2 evolusi hanya bertopang pada kebetulan. Ini straw man argument. Anda mengklaim sesuatu yang tidak dikatakan seseorang, lalu menyerang klaim tersebut dan menyatakan diri menang. Itu istilahnya &#8220;pengecut&#8221;</p>
<p>Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wong2ateis</title>
		<link>http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/#comment-290</link>
		<dc:creator>wong2ateis</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 04:24:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wong2ateis.wordpress.com/?p=300#comment-290</guid>
		<description>#Bruu kita tunggu di facebook...
nick name aku : wong bebas merdeka
di sana ada komen dari daeng!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Bruu kita tunggu di facebook&#8230;<br />
nick name aku : wong bebas merdeka<br />
di sana ada komen dari daeng!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bruu</title>
		<link>http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/#comment-276</link>
		<dc:creator>bruu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 07:36:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wong2ateis.wordpress.com/?p=300#comment-276</guid>
		<description>Temanya Richard dawkins ya..ok
Richard Dawkins, seorang pendukung tergigih Darwinisme, telah lama menjelaskan penciptaan sempurna alam semesta berdasarkan teori evolusi, yang belakangan ini menderita keruntuhan di tingkat dunia. Namun, di tulisan-tulisan dan wawancara-wawancaranya akhir-akhir ini, Dawkins telah mulai menyatakan bahwa &quot;kehidupan tidak dapat terbentuk melalui kebetulan.&quot; Tidaklah masuk akal dan bukanlah nalar sehat untuk mendukung evolusi di satu sisi dan menyatakan bahwa kehidupan tidak dapat terjadi melalui kebetulan di sisi yang lain. Ini dikarenakan kenyataan bahwa menurut teori evolusi, yang didukung Dawkins, keberadaan kehidupan didasarkan seluruhnya pada kebetulan-kebetulan acak. 
Dawkins telah menyadari bahwa ia tidak dapat menemukan jalan keluar dengan menggunakan rangkaian penjelasan yang disandarkan pada kebetulan. Tapi, ia kini berada di kebuntuan alur berpikir karena pada dasarnya ia menyatakan bahwa &quot;evolusi tidak dapat dihasilkan oleh kebetulan-kebetulan, tapi terjadi melalui kebetulan-kebetulan.&quot; Apa yang sepatutnya ia sadari adalah bahwa hasutan atau tipu muslihat kata-kata tidak lagi bekerja. 
Jika Dawkins tulus meyakini teori ini, kaum kreasionis ingin mengundangnya ke Turki, atau sebaliknya kreasionis  bisa datang ke Inggris untuk bertukar pendapat. Di hadapan kamera, Dawkins sepatutnya menjelaskan ratusan pertanyaan, beberapa saja di antaranya disebutkan di bawah ini. Dengan demikian para kreasionis, juga khalayak ramai, akan mampu mendengarkan apa yang ia katakan. Sudah jelas, tidaklah baik untuk terlibat dalam acara-acara sepihak. Selain itu, dengan sikap seperti itu Dawkins hanya menipu dirinya sendiri. Para kreasionis  mengirim 4 jilid pertama buku Atlas Penciptaan kepada tuan Dawkins, dan silakan ia memeriksa foto-foto fosil di dalamnya yang tidak mengalami perubahan sama sekali selama ratusan juta tahun. Dan silakan ia menjelaskan fosil-fosil itu menurut penjelasan evolusi berdasarkan alur berpikirnya yang banyak disebarluaskan ke khalayak umum – jika ia mampu! 
 Penelitian-penelitian arkeologis telah menggali dan menemukan lebih dari seratus juta fosil, yang membuktikan bahwa bentuk-bentuk kehidupan diciptakan dari ketiadaan. Lagi, tidak ada satu pun fosil peralihan yang mendukung teori evolusi. Jika Dawkins jujur dengan pernyataannya, ia seharusnya membawa satu fosil peralihan dan mengumumkan kepada masyarakat umum sebagai “bentuk peralihan!&quot; 
Kemungkinan terbentuknya sebuah protein fungsional secara acak adalah 1 berbanding 10 pangkat 950 — sebuah kemustahilan nyata. (Dalam matematika, angka peluang yang lebih kecil dari 1 per 10 pangkat 50 diterima sebagai &quot;kemungkinan nol.”) Jika Dawkins jujur, ia seharusnya menunjukkan sejumlah protein yang terbentuk melalui kebetulan atau melalui cara-cara yang ia dukung. Persilakan Dawkins menjelaskan kepada kita bagaimana ia dapat menjelaskan kepada kita tentang asal-usul kehidupan dengan penjelasan evolusi, sementara satu protein tunggal saja – yang merupakan batu bata pembangun kehidupan – tidak dapat terbentuk melalui kebetulan!
Silakan Dawkins menjelaskan kepada kita bagaimana seluruh gambar-gambar berwarna, cemerlang, tiga dimensi dan benar-benar jelas, singkatnya kehidupan itu sendiri, dapat terbentuk di dalam otak manusia yang gelap gulita dan melihat gambar ini di dalam otak!
Silakan Dawkins menjelaskan kepada kita dengan penjelasan evolusi bagaimana percakapan, musik dan semua suara lainnya terbentuk di dalam otak yang kedap suara; yang mendengarkan dan menikmati suara-suara ini, yang memahami maknanya, yang memikirkannya secara sadar dan yang menjawab balik suara-suara ini!
Silakan Dawkins mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sama kepada kami, dan ijinkan kami mengemukakan jawaban kami. Ijinkan kami memberikan bukti-bukti kami, dan silakan ia mengemukakan bukti-bukti yang ia miliki – jika ia punya. Kemudian biarkan masyarakat umum memutuskan pihak manakah yang benar. Kami menghendaki agar masyarakat umum secara luas tahu betapa Darwinisme adalah teori palsu dan betapa teori ini merupakan penipuan terbesar sepanjang sejarah dunia. Kami yakin penuh bahwa masanya segera tiba ketika orang-orang akan tertawa, seraya bertanya pada diri sendiri &quot;Bagaimana dulu kita bisa mempercayai teori ini?&quot; Sebentar lagi, orang-orang akan bertanya-tanya dengan keheranan bagaimana mereka bisa tertipu olehnya. Bahkan ini telah terjadi, dengan angka dan tingkat yang terus semakin meningkat. Jajak pendapat di tingkat dunia mengungkap data statistik yang membuktikan keadaan ini.

Darwinisme, yang dipertahankan agar tetap hidup dengan melancarkan hasutan dan propaganda, telah terbantahkan di segala sisinya dan kini telah diakui luas bahwa tidaklah mungkin lagi untuk mempertahankan Darwinisme melalui hasutan. Pernyataan Dawkins baru-baru ini dengan mengikuti alur berpikir bahwa &quot;evolusi tidak bisa dihasilkan dari kebetulan-kebetulan, tapi telah terjadi melalui kebetulan-kebetulan&quot; tidak lain hanya sebuah kemalangan berpikir yang menggelikan.
bay de wey, takutnya Richard Dawkins jadi Richard Downskill
he..he..
kangen ma si Daeng euy...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Temanya Richard dawkins ya..ok<br />
Richard Dawkins, seorang pendukung tergigih Darwinisme, telah lama menjelaskan penciptaan sempurna alam semesta berdasarkan teori evolusi, yang belakangan ini menderita keruntuhan di tingkat dunia. Namun, di tulisan-tulisan dan wawancara-wawancaranya akhir-akhir ini, Dawkins telah mulai menyatakan bahwa &#8220;kehidupan tidak dapat terbentuk melalui kebetulan.&#8221; Tidaklah masuk akal dan bukanlah nalar sehat untuk mendukung evolusi di satu sisi dan menyatakan bahwa kehidupan tidak dapat terjadi melalui kebetulan di sisi yang lain. Ini dikarenakan kenyataan bahwa menurut teori evolusi, yang didukung Dawkins, keberadaan kehidupan didasarkan seluruhnya pada kebetulan-kebetulan acak.<br />
Dawkins telah menyadari bahwa ia tidak dapat menemukan jalan keluar dengan menggunakan rangkaian penjelasan yang disandarkan pada kebetulan. Tapi, ia kini berada di kebuntuan alur berpikir karena pada dasarnya ia menyatakan bahwa &#8220;evolusi tidak dapat dihasilkan oleh kebetulan-kebetulan, tapi terjadi melalui kebetulan-kebetulan.&#8221; Apa yang sepatutnya ia sadari adalah bahwa hasutan atau tipu muslihat kata-kata tidak lagi bekerja.<br />
Jika Dawkins tulus meyakini teori ini, kaum kreasionis ingin mengundangnya ke Turki, atau sebaliknya kreasionis  bisa datang ke Inggris untuk bertukar pendapat. Di hadapan kamera, Dawkins sepatutnya menjelaskan ratusan pertanyaan, beberapa saja di antaranya disebutkan di bawah ini. Dengan demikian para kreasionis, juga khalayak ramai, akan mampu mendengarkan apa yang ia katakan. Sudah jelas, tidaklah baik untuk terlibat dalam acara-acara sepihak. Selain itu, dengan sikap seperti itu Dawkins hanya menipu dirinya sendiri. Para kreasionis  mengirim 4 jilid pertama buku Atlas Penciptaan kepada tuan Dawkins, dan silakan ia memeriksa foto-foto fosil di dalamnya yang tidak mengalami perubahan sama sekali selama ratusan juta tahun. Dan silakan ia menjelaskan fosil-fosil itu menurut penjelasan evolusi berdasarkan alur berpikirnya yang banyak disebarluaskan ke khalayak umum – jika ia mampu!<br />
 Penelitian-penelitian arkeologis telah menggali dan menemukan lebih dari seratus juta fosil, yang membuktikan bahwa bentuk-bentuk kehidupan diciptakan dari ketiadaan. Lagi, tidak ada satu pun fosil peralihan yang mendukung teori evolusi. Jika Dawkins jujur dengan pernyataannya, ia seharusnya membawa satu fosil peralihan dan mengumumkan kepada masyarakat umum sebagai “bentuk peralihan!&#8221;<br />
Kemungkinan terbentuknya sebuah protein fungsional secara acak adalah 1 berbanding 10 pangkat 950 — sebuah kemustahilan nyata. (Dalam matematika, angka peluang yang lebih kecil dari 1 per 10 pangkat 50 diterima sebagai &#8220;kemungkinan nol.”) Jika Dawkins jujur, ia seharusnya menunjukkan sejumlah protein yang terbentuk melalui kebetulan atau melalui cara-cara yang ia dukung. Persilakan Dawkins menjelaskan kepada kita bagaimana ia dapat menjelaskan kepada kita tentang asal-usul kehidupan dengan penjelasan evolusi, sementara satu protein tunggal saja – yang merupakan batu bata pembangun kehidupan – tidak dapat terbentuk melalui kebetulan!<br />
Silakan Dawkins menjelaskan kepada kita bagaimana seluruh gambar-gambar berwarna, cemerlang, tiga dimensi dan benar-benar jelas, singkatnya kehidupan itu sendiri, dapat terbentuk di dalam otak manusia yang gelap gulita dan melihat gambar ini di dalam otak!<br />
Silakan Dawkins menjelaskan kepada kita dengan penjelasan evolusi bagaimana percakapan, musik dan semua suara lainnya terbentuk di dalam otak yang kedap suara; yang mendengarkan dan menikmati suara-suara ini, yang memahami maknanya, yang memikirkannya secara sadar dan yang menjawab balik suara-suara ini!<br />
Silakan Dawkins mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sama kepada kami, dan ijinkan kami mengemukakan jawaban kami. Ijinkan kami memberikan bukti-bukti kami, dan silakan ia mengemukakan bukti-bukti yang ia miliki – jika ia punya. Kemudian biarkan masyarakat umum memutuskan pihak manakah yang benar. Kami menghendaki agar masyarakat umum secara luas tahu betapa Darwinisme adalah teori palsu dan betapa teori ini merupakan penipuan terbesar sepanjang sejarah dunia. Kami yakin penuh bahwa masanya segera tiba ketika orang-orang akan tertawa, seraya bertanya pada diri sendiri &#8220;Bagaimana dulu kita bisa mempercayai teori ini?&#8221; Sebentar lagi, orang-orang akan bertanya-tanya dengan keheranan bagaimana mereka bisa tertipu olehnya. Bahkan ini telah terjadi, dengan angka dan tingkat yang terus semakin meningkat. Jajak pendapat di tingkat dunia mengungkap data statistik yang membuktikan keadaan ini.</p>
<p>Darwinisme, yang dipertahankan agar tetap hidup dengan melancarkan hasutan dan propaganda, telah terbantahkan di segala sisinya dan kini telah diakui luas bahwa tidaklah mungkin lagi untuk mempertahankan Darwinisme melalui hasutan. Pernyataan Dawkins baru-baru ini dengan mengikuti alur berpikir bahwa &#8220;evolusi tidak bisa dihasilkan dari kebetulan-kebetulan, tapi telah terjadi melalui kebetulan-kebetulan&#8221; tidak lain hanya sebuah kemalangan berpikir yang menggelikan.<br />
bay de wey, takutnya Richard Dawkins jadi Richard Downskill<br />
he..he..<br />
kangen ma si Daeng euy&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lovepassword</title>
		<link>http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/#comment-244</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 18:28:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wong2ateis.wordpress.com/?p=300#comment-244</guid>
		<description>Dah facebooknya dah tak buat. Sampe gak pesenku ke kamu ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dah facebooknya dah tak buat. Sampe gak pesenku ke kamu ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wong2ateis</title>
		<link>http://wong2ateis.wordpress.com/2008/09/05/the-genius-of-charles-darwin/#comment-224</link>
		<dc:creator>wong2ateis</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 04:51:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wong2ateis.wordpress.com/?p=300#comment-224</guid>
		<description>hehe... iya tuh... gak tahu juga...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehe&#8230; iya tuh&#8230; gak tahu juga&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
