Oleh: addhiet | Februari 6, 2009

Ketika AGAMA dan SOSIALISME, MARXISME, KOMUNISME, Sama-Sama Candu

Kenapa agama dikatakan candu? Karena oleh Marx sebagai pelarian diri. Pelarian manusia yang lemah terhadap nasib yang menimpanya. Manusia yang lemah pasti akan melakukan tersebut, yakni dengan mengembalikan semua yang menimpa diri mereka kepada Tuhan, dengan pikiran bahwa ini adalah takdir atau cobaan dari Tuhan, serta akan memperoleh kehidupan yang layak setelah meninggal yakni syurga bila mereka menjalankannya dengan sabar diri atau bertawakal kepada Tuhan.

Fenomena tersebut, maka bagi Marxisme agama sebagai candu bagi manusia yang lemah dan tertindas, maka agar manusia tidak ke-canduan, yakni hidup dalam dunia yang tidak nyata maka manusia harus bangkit dan sadaakan apa yang menimpa mereka. Manusia harus sadar, bahwa selama ini agama hanyalah sebuah sarana untuk mendukung kejayaan kaum kapitalis dalam menimbun harta-Nya dengan memanfaatkan mereka, kaum proleter, yakni para budak, dan buruh.

Tetapi bagi saya merupakan paradigma dimana ssuatu yang tertuju atau di inginkan sebelum terwujud2. hal ini sama dengan sosialisme komunisme, bila apa yang dicita-citakan oleh mereka sampai atau hingga saat ini belum terwujud. Maka komunisme sosialisme marxisme hanya akan menjadi candu bagi para pengikutnya.


Tanggapan

  1. Saya pernah coba membaca buku karangan Karl Marx tapi bosan dan tidak mengerti. Mendingan baca cerita silat asyik.
    Tapi menurut almarhum bapak saya, Karl Marx mengajarkan bahwa keadilan tercapai apabila: “Manusia mendapatkan sesuai dengan kebutuhannya dan bekerja sesuai dengan kemampuannya”
    Wah nggak adil nih buat orang2 yang pinter, kuat dan mampu menghasilkan lebih banyak tapi mendapat lebih sedikit, karena kebutuhan fisiknya mungkin lebih sedikit dari orang yang penyakitan, bodoh dan idiot.
    Tapi harus diingat bahwa orang bodoh, cacat, bukan kemauannya. Sejak manusia tercipta (conception) dia tidak punya pilihan, siapa orang tuanya, bagaimana kekuatan tubuhnya menghadapi penyakit, siapa lingkungannya (kaum penjahat atau alim ulama). Kasihan mereka yang lahir dilingkungan kumuh, setiap hari melihat kesadisan, kejahatan dan setelah dewasa menjadi penjahat dan pembunuh, setelah mati jelas masuk neraka. Betulkah ada free will.
    Kata agama samawi semua ditentukan Tuhan, tapi yang jahat2 bukan ciptaan Tuhan karena manusia diberi kebebasan memilih. Katanya manusia bukan robot.
    Oleh sebab itu Karl Max ingin membantu supaya ciptaan Tuhan yang tidak sempurna diberi kesejahteraan yang sama dengan yang diciptakan pintar dan kaya.
    Karl Marx berpikir kalau Tuhan itu ada maka dia tidak mutlak (absolut) sempurna walaupun tetap yang paling kuasa. Maka marilah para manusia yang kebetulan terlahir lebih baik ikut membantu kekurangan ciptaan Tuhan.
    Karl Marx menghargai Tuhan yang telah mengatur bermilyard makhluk dan ruang angkasa yang maha besar, tentu membuat sedikit kesalahan.
    Kesimpulan: Karl Marx lebih menghargai Tuhan dari para agamawan yang selalu minta kepada Tuhan. Merepotkan Tuhan saja. Marxismu bukan candu, tapi ide yang harus diperjuangkan. Lenin dan Stalin mengajarkan kekerasan untuk mencapai keadilan? Maka harus dibedakan antara Marxisme dan Komunisme. Antara Tan Malaka dengan Aidit.

  2. Proses penyerahan diri kepada Tuhan tidak bisa diartikan seperti orang kalah perang terus menyerah dan selanjutnya terserah. Proses penyerahan diri dalam kontek agama dikenal dengan istilah TAWAKAL. Arti tawakal yang sesungguhnya bukan menyerahkan diri begitu saja dan menunggu keajaiban dan lain sebagainya. Akan tetapi, tawakal adalah “proses” parallel antara BERDOA dan BERUSAHA. Sekali lagi bukan menyerah tanpa ada tindakan apapun

    • Selama masih ada manusia2 yg rapuh, penakut dan meng-ignore akal sehatnya sendiri serta kenyataan yg dilihatnya…selama itulah ada agama. Hanya org2 spt itu yg bisa dimanipulasi dengan ilmu pengetahuan dari ribuan tahun pada saat manusia2 blm mengerti ttg fenomena alam (Ilmu alam).

      Andai semua manusia spt itu…mgk kita sampai hari ini tidak dapat mengetahui bhw sbg contoh:
      - bumi itu bulat
      - benda yg beratnya ratusan ton terbang (itu loh yg namanya kapal terbang)
      - TV? boro2
      - dll dll dll dll…..

      Technologi dan peradapan manusia ini baru bisa berkembang setelah manusia lambat laun melepaskan agama dan melucuti kekuasaan agama…baru sejak 200 th terakhir ini…

      Kl semua manusia berpeluk pada agama, yg ada mgk hanya perang, saling bunuh, saling merasa benar dan onta:-) bukannya mobil, tv, handy….ilmu kedokteran dsb…yg kita nikmati pada era technologi ini…

      Gunakanlah akal sehat dan jadilah manusia bebas tanpa cengkeram…itu semua adalah luxus…….:)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori