Tuhan, seperti yang dipahami oleh agama-agama Ibrahim seperti Yahudi, Kristen, dan Islam, memahami Tuhan sebagai Yang Maha Pencipta, Pengasih, Penyayang, Pelindung, serta Maha Segalanya atau Yang Maha Tak Terbatas itu ternyata pada senyatanya telah meninggalkan banyak pertanyaan yang di tujukan kepada-Nya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan sebuah refleksi terhadap ke-eksistensian ke-Maha-annya tersebut.
Banyaknya kejadian di bumi yang terjawab bukan berdasarkan pada eksistensi-Nya merupakan jawaban yang tidak dapat memuaskan sebagian kalangan manusia rasional dan para pemikir bebas di dunia ini.
Sebuah jawaban yang justru bertolak belakang dan bahkan merupakan rasionalisasi Tuhan dan para penerjemah-Nya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang tampak di depan mata manusia. Diantaranya adalah pertanyaan-pertanyaan sekitar terjadinya bencana alam, peperangan dengan mengatas namakan Tuhan, pembunuhan , pemerkosaan, dan lainnya, hanya di jawab oleh Tuhan dengan rasionalisasi atas ketidak mampuannya dalam melaksanakan tugas Dia sebagai Tuhan. Dipihak lain, para penerjemahnya turut andil dalam membela Tuhan mereka, meski mereka sendiri mengetahui atas kelemahan-kelemahan Tuhan mereka, hanya karena mereka tergiur oleh iming-iming Tuhan, yakni surga, dan takut dengan gertakan dan ancaman Tuhan, yakni neraka.
Tuhan, memang telah salah dalam memperkenalkan dirinya kepada umatnya. Ini adalah kesalahan yang dilakukan oleh Tuhan, karena dia memperkenalkan diri-Nya dengan rasa penuh kesombongan dan keangkuhannya. Dimama Tuhan memperkenalkan diri-Nya kepada manusia dengan berkata “Aku akan selalu meyertai-mu dan akan selalu melindungi-mu dari bencana dan kejahatan, maka dari itu berdoalah dan meminta pertolongan kepada-Ku serta bersejudlah kepada-Ku”
Dialog Tuhan tersebut, jelas menunjukkan kesombongan Tuhan, serta akibat yang harus Ia terima atas kesombongan diri-Nya tersebut. Ia, Tuhan, justru malah akan tereduksir di dalam hati dan kepala manusia yang mampu menangkap semua fenomena ini dengan inteligensi dan emosional inteligensi manusia.
Oleh karenanya, masihkah Engkau, Tuhan, masih memiliki muka di hadapan manusia –umat-Mu- ini? Jika ya, maka Engkau memang Tuhan yang selayaknya untuk tidak kami sembah!
Gini ya mas adit yang manis. Kalo masalah kejahatan itu mah kecil. soalnya sengaja tak anggep kecil sih. Hiks.
Kalo TUhan dianggap bertanggung jawab atas kejahatan maka tanggung jawab Tuhan adalah sebatas karena Tuhan memberikan kehendak bebas pada manusia.
Pertanyaannya adalah apakah ada kemungkinan yang lebih baik daripada ini, jika ditunjau dari sisi manusia itu sendiri? Mau komentar?
Nggak usah ngasih kuliah aku soal Epikuros ya? Itu nggak relevan sama pertanyaanku. He he he.
Oleh: lovepassword on Februari 6, 2009
at 8:10 pm
ini bukannya masalah klasik?
Oleh: frozen on Februari 8, 2009
at 9:46 am
@lovepassword
sapa juga yang mau ngasih kuliah epicuros.. lawong kamu nya sendiri gak bayang biaya kuliah itu ma aku….
hhahaha….
@Frozen
thank’s atas kunjungannya di blog saya..
Ya itu memang masalah klasih.. selayaknya se-klasih tentang kematian tuhan di salah satu artikel saya ini juga..!!
Oleh: wong2ateis on Februari 9, 2009
at 5:32 am
@frozen : Itu masalah klasik? Ya biarpun klasik juga masalah. Mau bantuin nggak ?
Oleh: lovepassword on Februari 9, 2009
at 3:06 pm
Dit, Di FB itu groupnya banyak tapi pada tidur semua ya? Hi Hi Hi. Kurang meriah gicu lho. Mana ada juga group yang kayak arisan bapak2 . Duh…Mudah-mudahan kamu salah satu adminnya. Hi Hi Hi. Padahal aku ngebet pengin ngasih masukan. Tapi mau masuk saja duhhh minta ampun, nggak ada linknya. weleh..weleh….
Oleh: lovepassword on Februari 16, 2009
at 2:29 pm
Masuk ke freethinker itu caranya gimana sih?
Oleh: lovepassword on Februari 16, 2009
at 2:37 pm
Mas, tulisan sampeyan bagus. tapi aku gak tau ini kopi paste atau pikiranne dewe yo…hi.hi
Tapi aku salut, saya pernah membaca tulisan seorang Budha Indonesia ( bUdha kan agnostik) saat mengkritk penginjil Stephen Tong. Si BUdha ini percaya bahwa Tuhan telah gagal membahagiakan manusia. Ide Tuhan ini memang janggal apalagi ada juru selamat segala. la kenapa Tuhan tidak langsung mengampuni Adam sehabis makan buah ( dada ?) itu, la kenapa Ia ciptakan larangan ? jadi gak perlu bikin cerita penebusan dosa lewat Yesus, toh aku punya gambar Tuhan Yahweh gambaran Michel Angelo.
Tapi… mungkinkah anda ateis ketika masih mepersoalkan Tuhan ? kayaknya anda antiteis atau mungkin agnostik !
Oleh: Ahmed Shahi Kusuma on Februari 19, 2009
at 1:24 am
@lovepassword
Hallow bro?? hahha… iya tuh gak tahu juga rekan2… hahaha…
Untuk gabung di freethinker memang ada yah?? Kalau yang kamu masud “group indonesian atheist” harus di persetujui dulu sama karl karnaldi. Ini untuk jaga2 aja bro.. maaf juga aku gak bisa bantu, coba memalui daeng aja, coz dia dekat dengan karl. Oke.. Thank’s!
@Ahmed Shahi Kusuma
Keraguan anda pada saya sama dengan keraguan saya pada keberadaan tuhan, allah, bapa, yesus, muhammad, budha, sidharta, dewa wisnu, brahmana,…..
Gak usah ngomongin mitos-mitos dan cerita dari leluhur yang gak jelas kebenarannya. Oke..
Thank’s atas kunjungan anda pada blogg saya..
Oleh: wong2ateis on Februari 19, 2009
at 3:34 am
@wong-wong atheis berkata:
Tuhan, memang telah salah dalam memperkenalkan dirinya kepada umatnya. Ini adalah kesalahan yang dilakukan oleh Tuhan,
==============================================================
itukan versi anda, bagi saya tidak koq..hehehehe
tapi itu kesalahan bapakmu sendiri..hihihi…
Oleh: adi isa on Februari 19, 2009
at 12:54 pm
Mas Adi Isa. Saya pikir anda belum bisa menjiwai perspektif Tuhan dari perspektif kepercyaan lain. Budha adalah agnostik, dan jain adalah ateis. Anda menggunakan perspektif Islam-Kristen untuk menjudge perspektif kepercyaan lain, yang memang meniadakan Tuhan… dan itu sah saja. Maksud saya bahwa orang bisa relijius dan asketik sambil ateis atau agnostik. Saya bisa empati kok dengan perspektif itu, dan justru agama Timur Tengah gagal menjelaskan sebab2 penderitaan seperti jain, Budha atau Hindu……….Menyalahkan Bapak ? kata anda, mungkin tapi bukankah bapak adanya dari Tuhan ( kalo percaya)!
Di sini saya temukan kontradiksi yang hebat antara keinginan meniadakan Tuhan dengan kerinduan memilki Tuhan itu sendiri !
Tuk Mas Wong2 ateis, saya pikir orang aties memungkinkan, tetapi banyak sekali dipengaruhi oleh kultural dan injeksi nilai2. Maksud saya misalnya saya ateis dalam menilai Zeus, atau seorang Budha Nepal ( yang dididik agnostik ala Budha Teravada) bisa ateis dalam menilai Allah ( Kristen-Islam) hanya karena sosialisasi nilai. Nah, ketika anda terus menerus menyoroti Tuhan, bukankah justru anda “mencintai” atau “merindukan” Tuhan yang hilang macam Nietzsche, yang justru jauh dari semangat ateisme itu snediri, misalnya kita orang Indonesia “terbiasa” ateis terhadap Zeus, kenapa karena sosialisaasi kultural.
Jadi semakin kita mengecam Tuhan hal itu berarti semakin menunjukkan kita ingin berdialog dengan dirinya. Gampangnya seperti saya gak pernah ngereken Zeus ( dengan membuat situs khusus ganyang Zeus, misalnya) ! he…he. tapi aku salut atas tulisan sampeyan, nati kita bisa diskus lebih jauh…Terus Berkarya ,Salam pembebasan !
Oleh: Ahmed Shahi Kusuma on Februari 22, 2009
at 8:29 am
@ahmed shahi kusuma
demikian besarkah arti kata-kata..
” tapi itu kesalahan bapakmu sendiri..hihihi”
anda menyatakan bahwa justru agama samawi gagal menjelaskan sebab2 penderitaan seperti budha atau hindu…
memang mereka menderita semacam apa?
karena bapak, mereka lahir jadi budha dan hindu? atau atheis
kayak yang punya blog ini? hihihihi
saya nggak masalah tuh…
dan saya nggak menjudge apa-apa
terlahir sebagai budha, kristen atau hindu atau atheis sekalipun bukanlah dosa.
makanya itu otak dikasih bukan untuk sia-sia..
semua itu islam koq…
biar ente jungki balik..
mau lari kemana..
semua itu islam koq…
santai aja Om’..
saya mala suka kalau orang punya pandangan berbeda tentang tuhan, supaya saya bisa belajar lebih baik lagi tentang kebenaran islam…
hatur nuwun..
Oleh: adi isa on Februari 24, 2009
at 1:20 pm
@adit : kalo masuk ke Indonesia Atheis, lha emangnya gw atheis ? hi Hi Hi. Adminnya Mister Karl karnadi yah? Wah gaswat bentul, mati gw. Ha ha ha. Kayaknya dia lagi dongkol sama aku. DUH…Tak add frieds saja aku dicuekin. Hi Hi Hi.
Nggak papa deh. Ini pasti gara-garanya dia tersinggung karena aku terlalu banyak cekikian di blognya dia. Dia itu kalo lagi diskusi serius banget yah? Sopan tapi garing gicu lho.
Aku disembur berkali-kali sama dia karena dianggap nggak tahu sopan santun. DUH…..Hi Hi Hi. Bisa alamat sial awak kalo adminnya dia. Ha ha ha.
Mana dia tak rayu bisa-bisa malah tambah marah lagi. Gaswat bentul pokoknya.
Oke ya, thanks atas infonya.
SALAM
Oleh: lovepassword on Februari 24, 2009
at 4:59 pm
@adi isa and pak ahmed (ateis) shahi kusuma
thank’s semuanya..!!
@lovepassword
hahaha…!!! jangankan kamu… la wong aku yang ateis aja kadang dimarahin kok… hehehe…
Nyantai aja lah… kan cuman dialog yang gak tatap muka.. jadi gak bakalan ada gontok-gontokan kan??? hehehe…
kalau kamu sudah hadir di group ateis dan blogg ateis.. sebenarnya ketidaksadaran kamu telah membimbing kamu pada keateisan diri kamu… hahahaha….
Oleh: wong2ateis on Februari 25, 2009
at 2:01 am
Halo para ateis,
Jangan terlalu mengolok-olok orang beragama. Baik Kristen maupun Islam telah berbuat sesuatu untuk umatnya seperti membantu yatim piatu, misionaris Kristen membantu rakyat miskin misalnya di Afrika, mengatasi masalah narkotika, menyumbang penduduk miskin dll. Buat saya bukan kepercayaannya yang kita nilai tapi perbuatannya. Kalau mereka berbuat negatif, merusak kemanusiaan dan alam maka apapun agamanya (termasuk ateis) maka mereka termasuk kaum penjahat. Jadi seharusnya manusia dibagi dua golongan saja. Yang berbuat positif dan negatif.
Saya anjurkan para ateis berbuat positif melalui organisasi atau perorangan seperti yang dilakukan oleh orang Kristen dan Islam yang “positif”. Kalau mereka berkhotbah, ateis juga dapat mengajarkan “budi pekerti”, etika bermasyarakat dll.
Ayo bangkitlah kaum ateis.Kumpulkan dana atas nama ateis untuk disumbangkan kepada para fakir miskin semua agama. Berani nggak kaum ateis tampil dimuka umum seperti di Inggris dengan bus yang berslogan ateis. Wah takut sama FPI ya. Saya juga takut kok. Ya pelan2 saja, tapi tetap maju (alon2 asal kelakon).
Ngomong2 saya bukan ateis lho, tapi simpati sama kalian kaum minoritas.Saya nggak tahu kalau mati apa masih ada nyawa saya, atau hilang begitu saja. Maunya sih bisa masuk surga tapi jangan se-lama2nya, bisa bosan atuh.
Menurut para ateis alam ini hanya terdiri dari energi dan masa. Jumlah muatan masa dan energi adalah konstan. Energi adalah masa yang negatif. Total energi dan masa adalah “nol”
Jadi nol dikalikan berapa saja tetap nol. Maka alam semesta ini bisa dilipatgandakan tetap saja totalnya nol.
Sekarang coba tanya, apakah pikiran, rumus-rumus (E=mc2), ide, opini dll termasuk materi. Mereka adalah benda abstrak tidak mempunyai masa maupun energi. Dari mana datangnya ya? Abstrak tapi mempengaruhi gerak masa dan energi.
Coba renungkan para ateis.
Oleh: Heru on Maret 13, 2009
at 5:00 am
Menurut saya mslh Tuhan hanya bisa dilihat oleh keykinan.sedangkan keyakinan bersifat abstrak pada tiap diri individu masing2.keyakinan yang berada setiap si2 jiwa man. tetapi disaat rasionalitas mengalahkan segalanya.mampu menyingkirkan keyakinan apapun. Ambilah salah satu contoh seorang amnesia.disaat rasionlitasnya kembali pada titik nol.dia tidak mampu berpikir kembali. dimanakah rasionalitas yg selama ini dibanggakan?Tetapi meskipun ingatan mereka hilang tapi jiwa mereka untuk merasakan sesuatu tetap ada.
Oleh: suwaji on Maret 15, 2009
at 3:53 am
Suatu hari si wong atheis..menginjak pedal gas mobilnya sedalam2nya…tuch mobil melaju dgn kencang….hingga menabrak batng kayu hingga membuat mobilnya hancur…walau si wong atheis masih hidup dgn melompat sebelum menabrak…dia cuma luka2….
wach anda yg salah kata polisi…ngapain anda nginjak pedal gas seenak jidat anda….???
jawab si wong atheis….
MOBIL GUA….NGAPAIN LU….
terserah gua mau gue jungkirin kek,mau gue tabrakin kek..atau juga mau gue rawat kek,mau gue masukin dalam kulkas kek…MOBIL”’MOBIL GUE….
Oleh: Ayruel Chana on Maret 30, 2009
at 3:26 pm
MOBIL LO! TANGAN GW!, GW TONJOK LO….TERSERAH GW!! TANGAN-TANGAN GW…HE…HE….MAAF BANK, CANDA DOANK!!
Oleh: cahaya on Juni 23, 2009
at 1:56 pm
Dan di suatu saat ketika si wong atheis muncul di sebuah planet tak berpenghuni…berkata….
SAYA HEBAT….
karena tak ada makhluk apapun disana yg setara dgn dia si wong atheis…yach nggak ada yg mempersoalkan…..
Oleh: Ayruel Chana on Maret 30, 2009
at 3:29 pm
Dan suatu ketika…wong atheis menuju 2 pulau yang layak huni..di tengah lautan dia memilih untuk berlabuh di salah satu 2 pulau tersebut atau berlabuh di kedua pulau tersebut…
Pulau pertama ditempuh dgn sangat mudah ..cuma disana sepertinya tempat tersebut..tidak tersedia fasilitas ac dan room servist dllnya….sedangkan di pulau ke dua…walau jauh dan susah menempuhnya…tapi tersedia…fasilitas yg wach….akan tetapi dasar si wong atheis emang atheis….dia lebih memilih tempat pertama…dgn alasan seribu alasan yang dibuat2nya….hhhhhh..yach silahkan masuk ke pulau pertama ..jawab penjaga pulau pertama…..dan nikmati fasilitas yg ada….wchhhhhh
Oleh: Ayruel Chana on Maret 30, 2009
at 3:35 pm
yang paling bersalah sebenarnya adalah: orang yang menciptakan Tuhan dengan karakter seperti itu… hehehe
Oleh: godless on Maret 30, 2009
at 4:38 pm
bahkan anda sendiri bertuhan..
tuhan anda adalah kebebasan berpikir anda..
Oleh: just adit on Mei 2, 2009
at 9:54 pm
apa yang kamu anggap baik, belum tentu baik bagi tuhan. dan apa yang kamu anggap jelek, belum tentu jelek bagi tuhan. kemampuan mikirnya manusia selama ini hanya berkisar pada patokan-patokan tertentu. la ini kok malah menyalahkan tuhan yang tak trerbantahkan ????
eksistensi sesuatu ternyata tidak selalu sama juga. bagi sepotong pensil yg dicelupkan miring dalam gelas kaca, nampak bengkok. manusia memandang tuhan, kalau tidak tepat seperti kita memandang miringnya pensil dalam gelas itu.
maka dari itu, carilah tuhan dengan bersungguh2 dan dengan nalar yg kritis. jangan sampai tertipu…
Oleh: kamsidin on Mei 5, 2009
at 9:32 am
salam kenal,
Sesuai cerita simbah, saya salah seorang dari kumpulan orang2 buta..,
Tapi saya belum ikut2an ‘MERABA GAJAH’.., jadi belum bisa komentar apa2.
Sekali lagi…Salam Kenal
Matur nuwun
Oleh: sikapsamin on September 7, 2009
at 6:48 am