Karl Marx lahir di Trier, Jerman Barat, 5 Mei 1818, dari keluarga Yahudi, kelas menengah. Ayahnya seorang advokat, menjadi protestan, dan semua anak, termasuk Marx, dipermandikan dalam gereja protestan. Karl Marx mewarisi dari ayahnya interese untuk Filsafat Jaman Fajar Budi, dan dari tetangganya Baron von Westphalen interese untuk kasustraan. Marx belajar hukum di Bonn dan Berlin, di Berlin ia tertarik kepada Filsafat Hegel. Setelah ia mendapat gelar Doktor dalam Filsafat, kemudian Marx menjadi wartawan di Köln. Setelah itu Marx pergi ke Paris. Di Paris Marx berkenalan dengan tokoh-tokoh Sosialis, diantaranya adalah Friederich Engels, dan dari Engels inilah ia belajar betapa pentingnya peranan factor-faktor ekonomi dalam perkembangan masyarakat, dan saat itulah Marx memulai study teori-teori ekonomi.
Di Paris Marx, untuk pertama kalinya pula bertemu dengan kaum buruh senyata-nyatanya. Dan dari disini pulalah Marx akhirnya menjadi seorang Sosialis, artinya ia menerima asumsi dasar Sosialisme bahwa sumber segala masalah sosial terletak pada lembaga hak milik pribadi.
Sejak sat itu pula, Marx mulai terlibat dalam macam-macam kegiatan politik di Paris, dan akhirnya ia terpaksa melarikan diri ke Brussel dan kemudian ke London, dan ia meninggal di London pada tahun 1883.
Pemikiran-Pemikiran
Pemikiran-pemikiran ateisme Karl Marx didasarkan atas dua hal yakni sebagai lanjutan dari pemikiran ateistik Feuerbach serta pemikiran sosialisme Marx, oleh karenanyalah dalam ateisme Karl Marx berada dalam kondisi sosial ekonomi kaum proletariat serta kapitalisme.
- Kritik terhadap Agama dan Tuhan “Allah”.
Berbeda dengan Feuerbach, Marx tidak mencurahkan perkataan yang khusus kepada kritik agama. itu disebabkan karena bagi Materialisme Historis, agama hanya akan menyatakan keadaan radikal manusia yang menjadi korban sebuah ekonomi tidak berperikemanusiaan, manusia yang terasing secara sosial. Maka agama akan lenyap begitu saja, segera setelah keadaan itu berakhir.
- Alienasi Religius
Marx telah belajar dari Feuerbach bahwa agama merupakan alienasi berdasarkan proyeksi. Hakekat manusia hakekat manusia diberi bentuk dan nama dalam Tuhan “Allah”. Tetapi dengan menciptakan Tuhan “Allah” ini, manusia diasingkan dari dunia kini dan disini. Kalau hakekat manusia diletakkan diluar dirinya sendiri, manusia kehilangan suatu yang sangat penting. Maka proses ini harus di balikkan lagi, supaya manusia dikembalikan kepada dirinya sendiri.
Marx melengkapi teori Feuerbach, dimana Feuerbach hanya memperhatikan “Bagaimana manusia menciptakan Tuhan ‘Allah dan Syurga’. Marx menjelaskan lebih jauh, mengapa ,amanusia melarikan diri dalam suatu mimpi-mimpi agama, sebab dalam pandangan marx, peneritaannya bersumber dari struktur-struktur sosial ekonomis, dan untuk mengatasi kekuatsnnya itulah maka manusia melarikan diri kedalam agama dan Tuhan.
Manusia membutuhkan “semacam obat bius”, candu, dan manusia menemukan itu dalam agama. Tetapi itu bukanlah cara keluar atau semacam terapi yang tepat bagi manusia, karena manusia hanya dapat smbuh hanya kalau ia, mengatasi alienasi sosial-ekonomi yang merupakan sebab alienasi religius.
- Agama sebagai Instrumen Penindasan
Marx mengatakan bahwa, sebab manusia menganut suatu agama, karena penindasan dan penderitaan dalam hidup yang mendorong mereka sampai beragama. Penindasan dan penderitaan dalam hidup yang mendorong mereka sampai beragama. Penindasan sebagaimana dipahami oleh Max adalah suatu perilaku eksploratif ekonomistik, dimana manusia hanyalah objek yang bisa dimanfaatkan demi kepentingan sesuatu.
Penindasan dan kemiskinan dalam pandangan Marx memang tidak bisa dipisahkan. Orang jatuh dalam kemiskinan karena ada tindakan-tindakan penindasan pada mereka, dan ini paling nyata dilakukan oleh para tuan tanah dan pemilik modal dalam subuah perusahaan tau yang disebut dengan kaum kapitalis.
Berhadapan dengan struktur-struktur yang menindas dan kemiskinan, orang tidak bisa berbuat lain kecuali pasrah, dan kini bersimpuh di hadapan Tuhan “Allah” yang diciptakannya sendiri.
Agama muncul secara spontanitas dalam pikiran manusia sebagai suatu bentuk disonansi “rengekan golongan masyarakat yang tertindas”. Bahwa agama telah mendukung sifat-sifat pengecut, menyalahkan diri sendiri, merendahkan martabatnya sendiri, pnyerahan diri dan kerendahan diri.
Jadi, disini Marx ingin mengatakan bahwa agama telah dijadikan alat dari kaum kapitalis (dengan dukungan para tokoh agama), dalam melanggengkan penindasan terhadap kaum proletariat (yakni kaum tani dan buruh). Kesimpulan Marx ini karena sepanjang pengetahuan marx agama memang berkolaborasi dengan penguasa ekonomi, dengan mengajarkan agae manusia menerima nasib hidupnya dengan tabah hati, kendati pendritaan sekalipun dialaminya. Jadi, dalam hal ini agama dipandang oleh Marx ikut dalam melangengkan penindasan.
- Agama sebagai Candu Masyarakat.
Dalam pandangan Marx, agama memang pantas disebut candu masyarakat. Karena seperti candu, agama memberikan harapan-harapan semu, yang dapat membantu manusia untuk sementara waktu melupakan masalah real hidupnya.
Ketika manusia sedang masuk dalam penderitaan yang dbutuhkan tidak lain adalah candu yang dapat membantu melupakan segala penderitaan hidup kendati hanya sesaat saja. Dalam konteks ini orang memang membutuhkan ilusi-ilusi untuk meninggalkan penderitaan dalam dunia real-objektif bagi manusia untuk mengabdi pada kekuasaan supranatural. Hal ini dijelaskan oleh Marx dari bagaimana agama berkembang. Agama berkembang karena diwartakan. Tersebar luasnya agama dapat dijelaskan dari faktor bahwa diwarkatanya oleh masyarakat yang mempunyai kekuasaan atau oleh masyarakat yang didukung oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan itu. Jadi, agamatidak berkembang karena ada kesadaran diri akan pembebasan sejati, tetapi lebih karena kondisi yang diciptakan oleh orang-orang yang memiliki kuasa untuk melanggengkan kekuasaannya. Propaganda agama yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan inilah yang dipandang oleh marx sebagai sikap meracuni masyarakat.
- Peniadaan Agama sebagai Kebahagiaan Real.
Bagi Marx, peniadaan agama “sebagai kebahagiaan khayali” masyarakat adalah tuntutan demi kebahagiaan nyata. Tuntutan meniadakan khayalan-khayalan tentang keadaan manusia merupakan tuntutan menghapus keadaan yang membutuhkan khayalan-khayalan itu. Maka, bukan perubahan kesadaran, melainkan praktis perubahan dan perbaikan masyarakat. Sebagai keadaan yang memerlukan ilusi “itulah yang perlu dibuat”, yakni adalah dengan mengubah dunia itu. Tujuan proses perubahan ini adalah, sebagai pembebasan atau emansipasi manusia demi situasi ketergantungan-ketergantungan yang tidak perlu. Sehingga ia bisa mengembangkan diri sepenuhnya tanpa alienasi dan dengan demikian mencapai “kebahagiaan nyata” di dunia ini, menjadi “kebahagiaan yang manusiawi”, “manusia total”. Manusia adalah hakekat tertinggi bagi manusia.
Referensi :
Abidin, Zainal. 2003. Filsafat Manusia : Memahami Manusia Lewat Filsafat. Bandung. PT Remaja Rosdakarya
Bertens, K. 1983. Filsafat Barat Abad XX : Inggris-Jerman. Jakarta. Gramedia.
Leahy, Louis, S.J, Prof. Dr. 1985. Masalah Ketuhanan Dewasa Ini. Jakarta. Bpk. Gunung Mulia.
———————————- 1985. Aliran-Aliran Besar Ateisme : Tinjauan Kritis. Yogyakarta/Jakarta. Kanisius/BPK Gunung Mulia
Magnis-Suseno, Franz. 2006. Menalar Tuhan. Cetakan ke-VII. Yogyakarta. Kanisius
Magnis-Suseno, Franz. 1999. Pemikiran Karl Marx. Dari Sosialis Utopis ke Perselisihan Revisionisme. Jakarta. Gramedia
Supono, Eusta. 2003. Agama : Solusi atau Ilusi? : Kritik atas Kritik Agama Karl Marx. Komunitas Studi Didaktika Yogyakarta
Tjahjadi, Simon Petrus L. 2007. Tuhan Para Filsuf dan Ilmuwan. Yogyakarta. Kanisius
@wong ateis…
apakah karl Marx dan ateismenya memang mujarab menghadapi kesulitan hidup ???
Para ateis marxis dalam gerakan pembebasan palestina PFLP dan pendukungnya Faksi tentara merah jepang , Baader Meinhof ateis jerman (bung Alex punya filmnya) kalah melawan Yahudi Israel yang saleh
sebab Yahudi dilindungi Tuhan yang kata anda omong kosong itu. Ateis tidak dilindungi Tuhan… hah…haha
coba cek ayat ini :Ulangan 14:2 yahudi adalah pilihan Tuhan
(bukan Palestina, Jerman atau Jepang!)
sipa yg kutuk Yahudi dikutuk Tuhan : Kejadian 12:2-3
http://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2009/03/20/anak-anak-penjajah-rasis-ditarbiyah-untuk-menjadi-rasis/
Amerika yang bertuhan bisa bikin ko Albania satu2nya negara aties di dunia……..
Oleh: ahmed shahi kusuma on Oktober 8, 2009
at 6:31 am
@wong ateis
nih balesan atas kunjungan anda ke blog saya
Ha…ha…ha sampeyan ini jelas pseudo ateis
Artinya ateis palsu……………..
Saya baru tahu kalo ada ateis yang pro Israel lewat tulisan2 di blognya, ha..ha..ha!
Nih, pendukung Pat Robertson , yang saleh, pro zionis ( http://www.positiveatheism.org/hist/quotes/qframe.htm )
atau Baruch Goldstein nih…..
atau beli aja bukunya Sir Weal Aheon yang menulis Israel pilhan Tuhan ( ente gak kepilih , hati2 lo ikut barisan antikristus kayak Obama!
Kalo orang ateis pasti menentang ideologi saleh seperti zionisme
http://atheism.about.com/b/2004/11/03/jews-vs-israelis-vs-zionists.htm
atau sekarang lagi ikut gerja Pantekosta ente ????
Salam dari anak keturunan ham yang terkutuk !!!!
Oleh: ahmed shahi kusuma on Oktober 21, 2009
at 10:17 am
@Pak Kusuma
ateis adalah sebuah kebebasan dalam berfikir
sampean kira apaan?? Hahh…… satu aliran gitu…
Maaf sepertinya saat ini saya jauh lebih cerdas dari sampean….. saya sarankan sampean banyak belajar.. bukan dari buku.. tetapi dari realitas dan cara berfikir jenius.. oke.. thank’s….
Oleh: adhiet on Oktober 22, 2009
at 10:13 am
@wong ateis
Kebebasan berpikir, sambil siap2 membarngus penganut Budha ? dan setuju terhadap genosida orang palestina, kan bebas juga ?????
Sampeyan dicari teman ateis sejati, Pak Michael Neumann http://en.wikipedia.org/wiki/Michael_Neumann
Bukan orang yg mengklaim ateis tapi sebenarnya anti Tuhan, beda bung !
Oleh: ahmed shahi kusuma on Oktober 22, 2009
at 10:30 am
@Kusuma
Satu lagi say6a bukan pemdukung israel.. gerrr sampean ini cerdas atau terlalu cerdas sampai gak nyantol sih apa yang saya tulis…
Saya hanya melihat bahwa adalah hal wajar apa yang dilakukan oleh orang israel seperti yang dilakukan oleh orang arab jaman pendudukan di wilayah bangsa israel yang kemudian di beri nama masjid al-aqsha saat itu…. gerrrrrr…… payah sampean… saran saya sampean mundur dari kursi sebagai seorang dosen…. atau mahasiswa sampean pada tolol semuanya….
Oleh: addhiet on Oktober 22, 2009
at 10:30 am
@wong ateis
la apa sampeyan kira saya ngurus masjid Aqsha..hi..hi..hi ???? Saya gak ada hubungan dengan tempat itu Cak.
Ente cuma lucu aja, merasa ateis padahal bukan; dan membawa-bawa perasaan ketidaksukaan ente pada Tuhan dengan mencaci masjid Aqsha..hi..hi..hi (itu lo tulisan ente di blog2 lain), lalu ente puas merasa bahwa ente menghina Tuhan (la wong dia gak ada..ha…ha…ha) dengan cara itu.
Bung dijajah itu tidak enak, ditolak manusia lain juga tidak enak, digusur rumah juga tidak enak, hidup penuh kepahitan emang, nah gerakan 2 sosialis menyediakan tempat bagi ente, dan kita semua !
jadi gak usah bawa2 Tuhan di urusan yg gak ada hubungannya dengan dia
Palestina untuk mereka yg terampas tanah airnya, bukan urusan Tuhan , seperti kita dulu melawan Belanda yg menganggap kita jelek terkutuk keturunan ham !
Oleh: ahmed shahi kusuma on Oktober 22, 2009
at 10:51 am
@wong ateis
sampeyan merasa lebih pinter, lebih tau daripada saya …ha..ha..ha
1. Berarti anda merasa benar seperti Hizbuttahrir,FPI, Bush, faithfreedom, Swaramuslim, Arrahmah, cuma anda versi ateismenya.. hi..hi..
kalau aku merasa bijak, justru seperti Socrates yang tidak tau apa2, sementara ente mengklaim tau apa2….hi..hi….hi.. hebat , seperti nama2 di atas.
2. Belajar bukan dari buku , tapi juga dari kehiudpan..setuju berat..setipa orang merasa begitu, cuma anda versi lain dari teman saya.
Teman saya sangat mengutuk saya karena liberal (dia dosen FS Unair, coba cek), dan dia merasa ada Tuhan karena setiap doanya dikabulkan oleh Allah. Ia bernasib baik(karena Allah..hi..hi..hi.)ia jadi doesn negeri, keliling dunia, dapat undian umroh , istri cantik, punya rumah dsb,
la sampeyan versi negatifnya, begitukah cara menemukan Tuhan??? Bukankah justru ente dan temen saya itu yg sama2 lucu menganggap ada dan tidak adanya sesuatu karena pengalaman hidup. Anda dan dia satu koin beda sisi….
Kalo gue gak penting banget membela dan mengejekl Tuhan , aku lebih sereg dengan pembebasan buruh,pembebasan tanah jajahan, dukungan alat selaput dara dll.
Aku tak niru ente yg “cerdas” itu bikin blog anti Zeus..gara2 dapat lotre pas berdoa kepada Nya…
Zeus Al Akbar
Oleh: ahmed shahi kusuma on Oktober 22, 2009
at 11:01 am
@Kusuma
Gakkkk Nyammmboonngg…….. gimana sampean sudah mengundurkan diri sebagai dosen???????? hahahahahahahaha……kwkwkwkwkwkwkwkwkw………….
Oleh: addhiet on Oktober 24, 2009
at 9:36 am